Peristiwa

Peringati Hati Bumi

DLH Kabupaten Mojokerto Ajak Masyarakat Lukis Mural

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka peringatan Hari Bumi yang jatuh pada setiap tanggal 22 April, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat melukis mural berkonsep lingkungan hidup. Lomba digelar di depan Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.

Dalam lomba tersebut, DLH melibatkan masyarakat umum dan pelajar, selain memperingati Hari Bumi juga untuk menggali potensi jiwa seni peserta. Sebanyak 43 grup ikut dalam lomba yang mengambil media tembok berukuran 2×3 meter sepanjang 200 meter.

Salah satu peserta yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) yakni Veshayu Tarangga Sasadhana. Di usianya yang masih bocah, Veshayu ikut menuangkan karya lukis mural di ajang yang pertama kali digelar DLH ini. “Baru pertama kali ini saya melukis di media tembok,” ungkapnya, Jumat (26/4/2019).

Masih kata siswa SD kelas VI ini, ia memilih menggambar akar pohon menangis akibat ditebang sembarangan. Tujuannya tidak lain agar masyarakat sadar terhadap bencana alam akibat rendahnya kepedulian masyarakat terhadap alam.

Sejumlah pelajar SD menuangkan karya mereka melalui konsep cinta lingkungan. Mereka sama-sama ingin mengajak masyarakat melestarikan alam dan menjaga ekosistem. Melalui penanaman pohon atau reboisasi karena dari tahun ke tahun sangat banyak sampah plastik.

“Nelalui gambar ini saya ingin menyampaikan agar kita harus mengelola sampah plastik. Melestarikan alam dan menjaga ekosistem dari pencemaran lingkungan,” ungkap siswa asal Wisma Pungging Permai, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menyatakan, kegiatan mural lingkungan ini sebagai upaya pemerintah dalam mengampanyekan cinta lingkungan hidup. Sekaligus menggali potensi jiwa seni masyarakat, termasuk para pelajar.

“Kita gali bakat melukis mereka. Meski kegiatan ini baru kali pertama digelar, namun animo penggiat mural di Mojokerto relatif tinggi. Pesertanya tidak hanya dari penggiat mural tapi juga sejumlah pelajar dan komunitas,” terangnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar