Pamekasan (beritajatim.com) – Korps Muballighah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pamekasan, berkomitmen menghadirkan dakwah yang lebih membumi dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari arah gerak organisasi usai pelantikan pengurus sebagai langkah awal memperkuat syiar Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Korps Muballighah DMI Pamekasan, Zuyyinah mengatakan dakwah tidak boleh terbatas pada aktivitas ceramah di masjid atau mimbar. Menurutnya, nilai-nilai dakwah harus hadir dalam setiap aktivitas sosial, pendidikan, pelayanan, hingga lingkungan kerja sebagai bentuk ajakan kepada kebaikan.
“Dengan semangat ‘Berdakwah dengan Ilmu, Mengabdi dengan Kasih Sayang, dan Bersinergi untuk Negeri”, kedepan kami juga sangat berharap bahwa dakwah tidak hanya hadir di masjid, tetapi juga di sekolah, pasar, jalan, lingkungan kerja, hingga seluruh aktivitas masyarakat,” kata Ketua Korp Muballigah DMI Pamekasan, Zuyyinah, Jum’at (17/7/2026).
Menurutnya semangat tersebut tentunya akan menjadi spirit guna mewujudkan dakwah yang menyentuh berbagai ruang kehidupan akan lebih mudah diterima masyarakat karena diwujudkan melalui keteladanan, pelayanan, dan pengabdian, bukan hanya melalui ceramah keagamaan.
“Dengan semangat ini, kami berharap nantinya dapat menjadi landasan organisasi dalam menghadirkan dakwah yang membumi, inklusif, dan mampu menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat. Sekaligus dapat memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat religius, berakhlak mulia, serta mampu bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah dan lembaga pendidikan, untuk mewujudkan kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Selain itu, Pelantikan Pengurus Korp Muballigah DMI Pamekasan, Periode 2026-2031 di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, Kamis (16/7/2026). Juga menyampaikan jika pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial semata.
“Dakwah tidak selalu identik dengan ceramah di atas mimbar, berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat seperti mengajar di sekolah, melayani pasien, maupun menjalankan profesi dengan penuh tanggungjawab, juga merupakan bagian dari dakwah apabila dilakukan dengan niat mengajak kepada kebaikan,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap spirit tersebut dapat menjadi landasan organisasi dalam menghadirkan dakwah yang membumi, inklusif, dan mampu menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat.
“Kedepan kami juga sangat berharap bahwa dakwah tidak hanya hadir di masjid, tetapi juga di sekolah, pasar, jalan, lingkungan kerja, hingga seluruh aktivitas masyarakat,” sambung mahasiswa Doktoral UIN Madura.
Sementara Ketua DMI Pamekasan, KH Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Korps Muballighah DMI Pamekasan. Ia menilai keberadaan organisasi tersebut akan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat dakwah yang ramah bagi perempuan dan anak.
“Selama ini kami berkomitmen memberikan pembinaan sekaligus memfasilitasi berbagai program kerja Korps Muballighah agar dapat berkontribusi dalam pembinaan akhlak umat. Selain itu, organisasi ini juga kami harapkan mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkarakter dan religius,” pungkasnya. [pin/aje]






