Peristiwa

Ditinggal Buwuh, Rumah di Ngrayun Ponorogo Ludes Terbakar

Warga membersihkan puing-puing rumah yang terbakar. (Foto/Polsek Ngrayun)

Ponorogo (beritajatim.com) – Musibah kebakaran kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini, si jago merah menerjang salah satu rumah warga yang berada di Desa Selur Kecamatan Ngrayun. Akibatnya, rumah yang berukuran 6×8 meter itu ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kejadian kebakaran itu menimpa rumah Bapak Marni, warga Desa Selur Kecamatan Ngrayun Ponorogo,” kata Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso, Rabu (15/9/2021).

Kronologis kebakaran, kata Joko berawal saat korban keluar rumah untuk mbecek atau buwuh ke tetangganya yang tak jauh dari rumahnya. Saat ini hujan sudah reda. Nah, usai buwuh tersebut, dan sesampainya di rumah,sudah ada puluhan orang yang lalu lalang memadamkan api yang melalap rumahnya. Karena api sudah menyebar, rumah pun cepat ludes terbakar.

“Warga sekitar memadamkan dengan alat seadanya, akhirnya rumah sudah ludes terbakar,” katanya.

Kuat dugaan, terjadinya kebakaran itu akibat dari arus pendek arus listrik. Menurut keterangan pemilik rumah, sebelum terjadi kebakaran, Spidometer/Sekring sering mengeluarkan letupan api, namun korban tidak curiga akan terjadi kebakaran nantinya.

Warga membersihkan puing-puing rumah yang terbakar. (Foto/Polsek Ngrayun)

 

Joko menambahkan diduga karena jaringan listrik yang terkena air hujan dan masuk di sela-sela genteng dan membasahi Spidometer/Sekring. Sehingga terjadi percikan api hingga konsleting arus pendek, yang berakibat api menjalar ke kerangka rumah hingga terjadi kebakaran.

“Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Surat berharga seperti sertifikat tanah, ijazah, BPKB juga ikut ludes terbakar tiada sisa,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar