Peristiwa

Diduga Beda Pilihan di Pilkades Picu Perseteruan Berdarah 3 Warga Pasuruan

perseteruan warga pasuruan
korban luka akibat perseteruan warga di Pasuruan dilarikan ke rumah sakit (Foto: Adi Atma/beritajatim.com)

Pasuruan (beritajatim.com) – Kapolsek Lekok, AKP Agung Sujatmiko mengungkap motif yang mendasari perseteruan tiga warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Insiden itu diduga dipicu dendam lama akibat beda pilihan saat pemilihan kepada desa (pilkades).

“Sebelum bertikai Supardi bertemu dengan Sugiantoro di simpang tiga Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Keduanya bercekcok mulut sehingga menimbulkan pertengkaran,” kata Agung, Jumat (27/1/2023).

Namun, pertikaian tersebut berhasil dilerai oleh istri Sugiantoro, Silvi. Setelahnya Sugiantoro dan Silvi pulang ke rumahnya yang beralamat di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati.

Sesampainya di rumah, Sugiarto mencerikan cekcok yang dia alami kepada keluarganya. Sontak, banyak keluarga Sugiantoro marah dan memutuskan untuk menghabisi Supardi.

Baca ini: Terlibat Perkelahian dengan Sajam, 3 Warga Pasuruan Luka Parah

Sugiantoro bersama keluarganya lalu mengajak M Barham, Soleh, Sugiarto, dan Saihul membawa senjata tajam. Kelima saudara tersebut mengadang Supardi yang hendak berziarah.

Pertikaian berdarah pun terjadi, mengakibatkan tiga orang mengalami luka. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melerai dan mengevakuasi tiga orang yang terluka parah.

“Mereka yang bertikai ini memiliki dendam lama, saat beda dukungan ketika Pilkades. Setelah cekcok berujung pemukulan, kemudian berkembang menjadi perkelahian,” tandasnya.

Sebelumnya, tiga orang asal Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan mengalami luka parah. Ketiganya terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam.

Insiden tersebut berlangsung di jalanan pemamakan Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok pada Kamis sore (26/1/2023) sekitar pukul 17.30 WIB. Tiga orang yang terluka tersebut yaitu Supardi (40), M Barham (22), dan Sugiantoro (33).

“Lukanya serius dan langsung dilarikan ke RSUD Grati untuk menjalani perawatan. Ketiganya merupakan warga Dusun Tlogo, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan,” kata Kapolsek Lekok, AKP Agung Sujatmiko, Jumat (27/1/2023).

Menurut keterangan sejumlah saksi, insiden itu bermula saat Supardi bersama keluarga sedang berziarah. Tetapi dari belakang, mereka diadang oleh M Barham dan Sugiantoro.

Pengadangan tersebut ternyata melibatkan tiga orang lainnya yaitu Soleh, Saihu, dan Sugianto. Lima orang pengadang itu membawa celurit dan parang.

Baca Ini: 3 Warga Pasuruan Terlibat Perseteruan, 1 Harus Operasi

“Waktu berhadapan, Sugianto dan Burham langsung menyerang Supardi dengan sajam. Akhirnya Supardi mendapat bacokan celurit dan parang di tubuh, tangan, wajah, dan kaki,” lanjutnya.

Meski terkena sabetan, Supardi mencoba melawan dengan merebut celurit Sugiantoro. Supardi langsung membalas dan melukai kepala M Barham serta punggung Sugiantoro.

Pertikaian tersebut menarik perhatian warga. Mereka langsung datang melerai.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Lekok. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Grati. [ada/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar