Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan ojol demo di kantor Gubernur Surabaya, Kamis (20/07/2023). Para pendemo terlebih dahulu berkumpul di bundaran Cito sebelum berangkat ke kantor Gubernur di Jalan Pahlawan. Polisi menghimbau kepada masyarakat agar menghindari 7 jalan lokasi berpotensi macet di Surabaya.
Ketujuh lokasi itu adalah, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ronggolawe, Jalan Ngagel, Jalan Pemuda, Jalan Taman AIS Nasution, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Pahlawan.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazzlurahman menjelaskan jika tidak ada penutupan jalan di Surabaya. Namun, ketika ada jalanan yang macet, tidak menutup kemungkinan polisi akan rekayasa lalu lintas.
“Tidak ada mas, tidak ada penutupan jalan,” ujar Arif ketika dikonfirmasi Beritajatim.com, Kamis (20/07/2023).
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya menghimbau agar para pendemo tidak melakukan aksi anarkis yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di kota Surabaya. Ia juga meminta agar masyarakat bisa mencari jalur alternatif lain dan tidak melintasi 7 titik lokasi yang menjadi arus pendemo.
BACA JUGA:
Polresta Malang Tangkap Ojol Nyambi Kurir Sabu dan Ganja
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Ribuan driver online, baik itu ojek online (ojol) maupun taksi online (taksol) yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur, akan kembali melakukan aksi turun jalan, Kamis (20/7/2023).
Bertajuk Frontal Level 6′ “Menagih Janji Pemerintah”, ribuan peserta aksi akan mendatangi beberapa titik lokasi dengan cara berkonvoi melewati beberapa rute.
Daniel Lukas Rorong, Humas Frontal Jatim menjelaskan, titik kumpul peserta aksi akan berlokasi di depan City of Tomorrow (Cito) Surabaya pada pukul 08.00 WIB.
Sasaran pertama adalah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Frontage Ahmad Yani. Kemudian bergeser ke kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim dan Polda Jatim di kawasan Ahmad Yani juga.
Kemudian peserta aksi akan melanjutkan konvoi menuju Kantor Wilayah (Kanwil) IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jatim di Jalan Basuki Rahmat.
“Khusus di Kanwil IV KPPU Jatim, kami akan melakukan orasi cukup lama disini meminta agar lembaga tersebut bisa membantu untuk mengawasi aplikator-aplikator transportasi online yang beroperasi di wilayah Jawa Timur agar dapat bersaing secara sehat serta tidak merugikan para mitra yakni driver online dan juga konsumen,” ujar Daniel, Rabu (19/7/2023).
BACA JUGA:
Bacaleg Partai Buruh Juga Berasal dari Ojol dan Petani
Selanjutnya lokasi akhir nantinya akan berpusat di Grahadi di kawasan Jalan Gubernur Suryo. Daniel juga meminta maaf, jika nantinya aksi akan menimbulkan dampak kemacetan pada rute-rute yang akan dilewati.
Selain itu, Daniel juga menghimbau pada para peserta aksi yang datang dari pelbagai wilayah di Jawa Timur untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama aksi demo damai berlangsung.
“Pasalnya, tak hanya diikuti oleh driver online roda dua (ojek online) dan roda empat (taksi online) dari Surabaya saja, peserta aksi juga ada perwakilan dari Gresik, Lamongan, Tuban,, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Kediri, Ponorogo, Blitar, Lumajang, Jember bahkan ada juga yang berasal dari Banyuwangi,” paparnya.
Sementara itu, Herry Wahyu Nugroho, Ketua Dewan Presidium Frontal Jatim berharap agar nantinya Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim dapat meluangkan waktunya untuk bisa menemui langsung para peserta aksi yang akan berkumpul di depan Grahadi.
“Kami berharap, saat di Grahadi, Bu Khofifah (Gubernur Jatim) dapat menemui kami, mengingat selama ini sejak aksi demo Frontal Jilid 1 tahun 2019 sampai terakhir Frontal berubah menjadi Level 5 pada 24 Agustus 2022 lalu, beliau (Bu Khofifah) tak pernah sekalipun menemui kami saat aksi,” harap Herry.
Herry juga ingin ada kepastian perihal kapan Keputusan Gubernur (Kepgub) Jatim ditandatangani dan disahkan.
“Kami sepakat pantang pulang dan membubarkan diri jikalau belum ada kepastian perihal Kepgub Jatim,” tegas Herry. [ang/beq]






