Tuban (beritajatim.com) – Jemaah haji tertua berusia 95 tahun bernama Muntamah asal Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur memiliki kemauan yang kuat untuk beribadah ke Tanah Suci.
Meski terbilang sudah tidak muda lagi, Mbah Muntamah tidak patah semangat untuk mengikuti ibadah haji tahun 2023. Bahkan, dirinya juga harus duduk di kursi roda, lantaran sudah tidak begitu bisa jalan kaki terlalu lama.
Muntamah (95) mengaku awalnya belum punya niat untuk pergi ibadah haji. Namun, jika dilihat dari latar belakangnya, hampir seluruh keluarga sudah pernah menunaikan ibadah haji.
Kemudian, pada tahun 2011 Muntamah ingin pergi haji. Saat itu, usia beliau masih 83 tahun. Sehingga di tahun itu cucu Muntamah mendaftarkan neneknya serta bapak Mukid (68) anak dari Muntamah.
“Seneng bisa berangkat haji, gak nyangka,” ucap Muntamah saat ditemui di kediamannya sebelum berangkat, Selasa (30/05/2023).
BACA JUGA: Bupati Tuban Lepas Keberangkatan 890 Jemaah Haji
Ditempat yang sama, cucu dari nenek Muntamah yakni Arifin (40) juga menambahkan, sejak dulu beliau sudah ditawarkan untuk pergi haji bersama saudara – saudaranya. Namun, belum ada keberanian.
“Sekarang hatinya sudah terbuka tiba – tiba di tahun 2011 itu minta di daftarkan,” kata Arifin.
Bahkan, niatnya di tahun 2011 itu beliau mengira bisa langsung berangkat ibadah haji. Kata Arifin juga sempat diberitahu bahwa tidak bisa langsung pergi haji setelah mendaftar, harus melalui proses antrian.
“Ya namanya orang tua mbak, gak tahu kan kalau haji itu harus antri dan nunggu lama, dikiranya daftar langsung bisa pergi. Sampai – sampai cucunya dan anaknya itu dimarahin, dikiranya bohong sama beliau,” terang Arifin.
Bahkan, Arifin juga sempat ditagih janji terus menerus oleh neneknya kapan bisa pergi haji mengingat usia Mbah Muntamah semakin tahun semakin renta.
BACA JUGA: Mengenal Jemaah Haji Termuda Asal Tuban yang Berusia 23 Tahun
“Sebetulnya tahun 2019 itu sudah pelunasan bisa langsung berangkat, namun ada Covid-19 terus 2020 juga terbatas untuk jemaah haji yang berangkat usianya diatas 45 tahun. Sehingga para lansia harus ditunda,” paparnya.
Dari penundaan tersebut, Arifin bersyukur neneknya masih diberi kesehatan dan di tahun 2023 bisa pergi ke tanah Suci bersama putranya.
“Semoga disana juga sehat wal afiat, ibadahnya dilancarkan,” doa Arifin.
Mbah Muntamah ini kesehariannya hanya memberi pakan ayam dan tidak ada kesibukan apa – apa. Bahkan, dari mulai proses pendaftaran hingga pelunasan biaya haji semuanya di tanggung oleh anak dan cucunya.
“Alhamdulilah, semua keluarga mendukung mbak, mohon doa nya saja agar disana Mbah Muntamah dan pak Mukid bisa jadi haji mabrur,” harap dia. [Ayu/nap]
![Cerita Jemaah Haji Tertua Asal Tuban Berusia 95 Tahun Muntamah, jemaah haji tertua asal Tuban, Jawa Timur. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG_20230530_180456_copy_900x590.jpg)





