Ponorogo (beritajatim.com) – Meski belum lama dibangun, sejumlah taman di tengah-tengah jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto Ponorogo akhirnya dibongkar. Pembongkaran taman yang juga berfungsi sebagai median jalan itu karena dianggap menghambat arus lalu lintas di jalan yang biasa disebut sebagai Malioboro-nya Ponorogo tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Gulang Winarno mengatakan bahwa pembongkaran taman itu, merupakan tindak lanjut dari banyaknya masukan dan keluhan dari masyarakat. Keberadaan taman yang dibangun pada tahun 2021 lalu dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dianggap mengganggu lalu lintas. Terlebih, ada beberapa kali kejadian kecelakaan lalu lintas dengan menabrak bangunan taman tersebut.
“Untuk memperlancar arus lalu lintas jalan di HOS Cokro, intinya itu saja,” kata Gulang, Rabu(14/06/2023).
Proses pembongkaran taman median di jalan HOS Cokroaminoto itu, dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo. Gulang mengaku pihaknya kekurangan sumber daya manusia (SDM), sehingga pembongkaran dilakukan oleh dinas yang dikepalai oleh Jamus Kunto Purnomo tersebut.
Sedikitnya ada 3 titik taman di jalan yang dulunya bernama Soekarno-Hatta yang bakal dibongkar. Taman median yang berada di pertigaan Ngepos tetap dipertahankan.
“Proses pembongkaran ini, kita sudah berkoordinasi dengan DPUPKP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian,” katanya.
BACA JUGA:
Bupati Sugiri Bermain Bersama Siswa PAUD Seluruh Ponorogo
Gulang pun menegaskan bahwa alasan pembongkaran taman sebagai median jalan itu, bukan karena penyebab kemacetan di jalan dengan jalur satu arah tersebut. Namun, Ia pun mengakui bahwa dengan hilangnya taman di tengah-tengah jalan HOS Cokroaminoto itu, akan membuat lalu lintas di pusat Ponorogo menjadi lancar.
“Biar lancar lalu lintasnya. Selain taman di pertigaan Ngepos, tempat 2 lampu penjor di tengah-tengah jalan itu juga tidak akan dibongkar,” pungkasnya. [end/but]






