Peristiwa

Baru Dibangun, Plengsengan Jembatan Kedungkandang Kota Malang Ambrol

Plengsengan jembatan kedungkandang Kota Malang ambrol.

Malang(beritajatim.com) – Plengsengan di bawah Jembatan Kedungkandang ambrol pada Minggu, (23/11/2020) malam. Plengsengan ini baru dibangun seiring dengan pelaksanaan proyek jembatan Kedungkandang, di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Malang.

Plengsengan ini diperkirakan setinggi 15 meter dengan lebar 45 meter. Dugaan sementara plengsengan ambrol akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di kawasan Kota Malang. Hujan terjadi seharian sejak Minggu, (22/11/2020) siang hingga malam.

Menurut pengakuan salah satu warga di lokasi Faris (40 tahun), plesengan itu memang baru dibangun karena proyek jembatan Kedungkandang sedang dibangun. Warga sekitar baru tahu saat pagi hari. Warga berkumpul di sisi timur melihat plengsengan ambrol.

“Ini baru di bangun, kan ada pembangunan jembatan Kedungkandang jadi bareng pembangunannya. Warga tidak ada yang tahu saat ambrol, tapi pagi hari sudah kumpul melihat plengsengan ambrol. Memang kemarin hujan seharian, pukul 18.00 WIB sempat banjir,” kata Faris.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan bahwa plengsengan ini baru saja dibangun dan rampung pada Sabtu, (21/11/2020). Sehari kemudian plengsengan ini ambrol. Informasi dari para pekerja proyek ambrolnya plengsengan ini sekira pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB saat itu di lokasi hujan sudah reda.

“Plengsengan yang ambrol kemarin itu sudah selesai hari Sabtu kemarin. Tapi ambrolnya itu barengan dengan seberangnya. Disisi timurnya itu bangunan yang lama juga ambrol. Artinya kemungkinan, kemarin ambrolnya sekitar jam 8 atau 9 (malam) itu posisi tidak hujan. Tapi mungkin air sungainya agak tinggi sehingga terjadi ambrol,” papar Hadi Santoso.

Pria yang akrab disapa Soni itu menuturkan bahwa plengsengan yang ambrol merupakan plengsengan tambahan dari Dinas PUPR. Plengsengan itu di bawah jembatan Kedungkandang. Tujuan dari pembangunan plengsengan itu adalah sebagai jalur alternatif jika terjadi kepadatan arus lalu lintas di jembatan Kedungkandang.

“Jadi pembangunan itu adalah plengsengan tambahan dari saya karena saya minta ada jalan dari sisi utara kalau mau belok ke jalan Muharto itu kalau ada krodit (kepadatan) bisa ke jalur bawah,” tandas Soni. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar