Peristiwa

Banjir Rendam Jalan di Mojokerto, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Petugas membantu pengendara melalui jalan yang tertutup air banjir di Jalan Raya Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto mengakibatkan banjir di Kecamatan Jetis. Air masuk ke sejumlah perkantoran, jalan hingga rumah warga.

Ada tiga lokasi banjir di Kecamatan Jetis, mulai dari simpang empat Kupang, Simpang Sidolegi dan simpang tiga Lakardowo. Banjir masuk ke Kantor Kecamatan Jetis, Koramil Jetis, Polsek Jetis serta 11 rumah warga yang berada di Desa Kupang.

Banjir juga menutup Jalan Raya Jetis, tepatnya di bawah Tol Jombang- Mojokerto (Jomo) yang ada di Desa Parengan. Sejumlah petugas dari Satlantas Polresta Mojokerto terlihat di lokasi untuk mengalihkan arus lalu lintas imbas dari luapan air di bawah Tol Jomo.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polresta Mojokerto, Iptu Karen mengatakan, ia bersama empat anggota Satlantas mengalihkan arus lalu lintas yang menghubungkan Kecamatan Jetis dengan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, akibat banjir.

“Pengalihan arus lalu lintas yang mengarah ke Kupang atau Polsek Jetis melalui Sidolegi atau Lakardowo dan bisa melalui Ngabar. Ini karena luapan air di bawah Tol Parengan mencapai  70 cm sampai 100 cm,” ungkapnya, Kamis (7/1/2021).

Masih kata KBO, pihaknya juga memberikan himbauan ke masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan di jalan. Lantaran, banyak kendaraan yang mogok akibat banjir. Sehingga petugas membantu mendorong kendaran warga yang mogok saat melintas itu.

“Kami bersama Kanit lantas Polsek Jetis memantau hingga malam ini dan melakukan penyekatan serta penutupan jalur pada simpul-simpul jalan batas Kota Mojokerto. Banjir ini terjadi karena luapan air hujan dari wilayah Hutan Watu Blorok Kecamatan Jetis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menambahkan, wilayah Kabupaten Mojokerto terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Akibatnya, drainase yang tidak mampu menampung debit air dari bukit Watu Blorok,” jelasnya.

“Jalan poros Desa Kupang dan di Jalan Raya Kupang ketinggian air antara 50 cm sampai 60 cm. TRC BPBD Kabupaten Mojokerto, Polsek Jetis, Koramil Jetis dan Potensi Relawan, siaga untuk mengantisipasi luberan air dari bukit Watu Blorok. Sekitar pukul 18.00 WIB, air di Jalan Raya Kupang sudah surut,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar