Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Aliansi Pemuda Penegak HAM, Minta Polres Sumenep Bertanggungjawab Pendidikan Anak Almarhum Herman

Unjuk rasa aliansi pemuda penegak HAM ke Polres Sumenep (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi pemuda penegak HAM berunjuk rasa ke Polres Sumenep, Jumat (18/03/2022). Mereka meminta Kapolres menindaktegas anggotanya yang terlibat dalam penembakan Herman (24), warga Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

“Tindakan anggota Polres benar-benar kejam. Sudah roboh kok masih dihujani tembakan. Ini bukan tembakan melumpuhkan, tapi sengaja membuat mati,” kata Korlap Aksi, Fathurrosi.

Ia mengaku sangat menyesalkan, karena tembakan anggota Polres tidak hanya di kaki, tetapi juga tepat mengenai dada. Itu dibuktikan dengan foto luka tembak di tubuh Herman. Karena itu, ia meminta klarifikasi pernyataan Polres bahwa yang dilakukan anggota adalah tindakan terukur. “Kami ingin ada klarifikasi. Bagaimana tembakan bertubi-tubi saat orang sudah jatuh tersungkur ini disebut tindakan terukur?” gugatnya.

Selain itu, ia juga meminta agar Polres Sumenep bertanggungjawab terhadap masa depan anak almarhum Herman, termasuk masalah pendidikan. “Sekarang anak yang masih balita itu sudah jadi anak yatim. Polres harus bertanggungjawab dengan memberikan perhatian pada pendidikan dan masa depan anak,” ucapnya.

Menanggapi tuntutan itu, Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya mengaku segera berkomunikasi dengan keluarga Herman, terutama terkait anak Herman. “Nanti kami akan berkoordinasi dengan keluarga Herman,” ujarnya singkat.

Di hadapan para pengunjukrasa, Kapolres menyatakan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Herman. Kapolres juga meminta maaf atas kejadian Minggu sore yang menyebabkan meninggalnya Herman.

“Kami juga berterimakasih kepada para pemuda ini yang bersedia menyampaikan aspirasinya pada kami. Ini bahan kami untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (13/03/2022), viral beredar video penembakan yang dilakukan polisi terhadap seorang pria di depan Swalayan Sakinah, Jl. Adirasa. Sedikitnya ada tiga video yang beredar hampir di semua grup whatsApp. Video tersebut rata-rata diberi caption: “begal ditembak mati polisi”.

Dalam salah satu video itu, terlihat polisi menembak pria yang mengenakan jaket hitam dan helm putih. Terdengar dengan jelas suara tembakan beberapa kali. Bahkan ketika pria itu tersungkur, masih terdengar berondongan tembakan.

Versi polisi, pria yang ditembak itu merupakan terduga begal sepeda motor. Korbannya seorang wanita. Saat akan merampas sepeda motor, tersangka menodongkan celurit pada korban. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar