Magetan (beritajatim.com) – Tak hanya dikenal karena keindahannya, Gunung Lawu yang terletak di empat Kabupaten yakni Magetan, Karanganyar, Ngawi, dan Sragen itu juga dikenal sakral.
Baik bagi masyarakat Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Banyak misteri dan kepercayaan masyarakat masing-masing daerah di selingkar Lawu terkait beberapa lokasi yang dianggap wingit di gunung setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut itu.
Di bulan-bulan tertentu bakal banyak pendaki ritual yang naik ke Gunung Lawu. Utamanya saat bulan Muharam atau Suro.
Banyak kepercayaan warga soal ritual. Selain memberikan keselamatan juga bisa meningkatkan derajat seseorang. Banyak juga yang melakukan tirakat tidak makan dan minum saat naik gunung.
Inilah daftar lokasi yang kerap dijadikan lokasi ritual di kawasan Puncak Lawu:
1. Pasar Dieng atau Pasar Setan
Pasar Dieng atau Pasar Setan terletak di puncak Gunung Lawu antara pos 4 sampai pos 5, Pasar Dieng atau Pasar Setan merupakan padang ilalang dan bebatuan. Banyak pendaki yang menceritakan pengalammannya saat melewati Pasar Setan.
Ada yang mendengar suara riuh seperti di pasar. Ada yang sampai mendengar orang bertransaksi memakai bahasa Jawa Kromo Inggil. Banyak yang percaya jika suara itu adalah suara setan atau pasarnya makhluk halus.

Pasar itu hanya akan terlihat oleh penglihatan pendaki yang merasa kelelahan dan tersesat di malam hari. Kepercayaan warga setempat bagi pendaki yang sudah masuk Pasar Setan tidak akan dapat kembali ke alam manusia.
Namun tidak perlu khawatir, apabila pendaki tersebut melakukan transaksi dengan melempar koin atau barang apapun dan mengambil batu sebagai tanda barter maka akan bisa keluar dari Pasar Setan tersebut.
2.Hargo Dalem
Hargo Dalem adalah tempat paling sakral di Gunung Lawu. Hargo Dalem dipercaya sebagai tempat dimana Prabu Brawijaya V sebelum muksa. Yang ditandai oleh sebuah tugu dari batu. Sebelum muksa Brawijaya V berpesan kepada para abdinya bila ada yang mencarinya tempatnya di Hargo Dalem.
Jadi tak salah bila para pendaki setiap waktu mendatangi ini untuk melakukan ritual dan berharap bertemu dengan penguasa Kerajaan Majapahit itu.
3. Hargo Dumilah
Hargo Dumilah adalah puncak gunung lawu yang ditandai dengan sebuah tugu, lokasinya di atas Hargo Dalem. Tugu ini sebagai penanda puncak tertingginya Gunung Lawu sekaligus sebagai tanda batas wilayah antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah.
Selain sebagai lokasi ritual, lokasi inilah yang jadi favorit para pendaki untuk mengabadikan momen mencapai puncak gunung yang memiliki nama lain Wukir Mahendra itu.
4. Hargo Tiling
Hargo Tiling atau Dumiling dan Hargo Puruso merupakan dua puncak Gunung Lawu yang terlupakan karena jarang dijamah pendaki. Konon dua puncak tersebut adalah tempat yang dianggap wingit yang penuh misteri dan tidak banyak yang menjangkau karena medan yang sulit.
5. Sendang Drajat
Sendang derajat disebut sebut paling banyak didatangi para pejabat baik pejabat lokal maupun pejabat pusat untuk ritual agar menaikkan pangkat dan derajatnya dengan mandi di lokasi itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pendaki-hilang-di-gunung-lawu”]
Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mukjizat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para peziarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil. Konon dengan mandi di Sendang Drajat maka derajat atau pangkat bisa naik.
“Banyak memang pendaki baik ritual maupun bukan yang datang ke Sendang Drajat. Ada yang sengaja ingin mengambil airnya saja ada juga yang sengaja ritual khusus agar karirnya menanjak. Untuk pangkat dan derajatlah istilahnya,” kata Kepala Resort Pemangku Hutan (RPH) Sarangan KPH Lawu DS Supriyanto disela sela pencarian pendaki ritual hilang, Rabu (26/10/2022).
6. Sendang Celeng atau Sendang Macan
Tidak banyak yang tahu cerita tentang Sendang Celeng ini, namun banyak pendaki ritual yang mendatangi tempat ini. Yang jelas sendang ini salah satu tempat yang kerap didatangi pendaki yang melakukan ritual.
7. Sumur Jolotundo
Sumur Jolotundo jadi salah satu lokasi ritual dengan medan ekstrim tapi kerap dijamah pendaki ritual.
Medannya sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 100 meter ada mata air di dasarnya. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa, konon di dalam sumur Jolotundo ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan pelajaran kepada muridnya.
Jadi, apakah siap mendaki di Gunung Lawu saat mental siap dan jalurnya sudah aman dinaiki? Siapkan bekal, fisik, dan mental saat hendak naik gunung Lawu. Jangan sombong dan merasa gagah, tetap rendah hati dan niatkan menaklukkan diri sendiri saat naik gunung, bukan menaklukan tingginya gunung. (fiq/ted)






