Jombang (beritajatim.com) – Sekitar 500 alumni menghadiri reuni akbar lintas generasi santri Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Jawa Timur, Minggu (9/7/2023). Acara yang bertempat di aula MAU-DU (Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum) itu berlangsung meriah,
Mereka bukan hanya datang dari Jombang dan sekitarnya. Namun juga dari luar kota, bahkan luar pulau. Di antaranya dari Bengkulu, Palembang, serta Lampung. Selain itu juga dari DKI Jakarta, Indramayu, Cirebon, Tegal, Batang, Pati, Demak, Rembang.
Lalu dari Jawa Timur meliputi Tuban, Gresik, Lamongan, Surabaya, Madura, Pasuruan, Malang, Kediri, Madiun. Layaknya reuni. Mereka mengenang masa-masa indah ketika masih menuntutu ilmu di pesantren Darul Ulum. Membincang kawan-kawan mereka saat zaman sekolah, juga membicarakan guru-guru mereka.
BACA JUGA:
Selain Reuni, Alumni PPDU Jombang Juga Doa Bersama untuk KH Mustain Romly
Mereka yang hadir ini adalah alumni MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus), MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan), serta MAU-DU (Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum). Menghadiri reuni akbar, para alumni seakan memasuki lorong waktu.
Mereka terlempar ke era 1990-an. “Reuni akbar ini merupakan gabungan dari lintas generasi angkatan 1991 sampai 2021,” ujar Ketua Pelaksana Reuni Akbar, M Shobi Arwani atau Gus Shobi, Selasa (11/7/2023).
Gus Shobi mengungkapkan, alumni dari berbagai daerah hadir dalam acara tersebut. Namun untuk alumni dari Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, NTT dan Bali belum bisa menyempatkan datang karena masih ada keperluan di daerahnya masing-masing.

Namun demikian, lanjut Gus Shobi, mereka sudah komunikasi melalui WhatsApps dan panggilan video (video call). Para alumni yang tidak bisa hadir itu juga melepas rindu melalui dunia maya. Mereka menyaksikan gelaran reuni melalui live streaming.
Alumnus Fakultas Pertanian Undar Jombang ini menambahkan, reuni akbar lintas generasi merupakan acara yang sudah lama ingin dilaksanakan. Hanya saja, baru bulan ini dapat terwujud. “Kami mengusung tema Sowan dan Silaturrahmi Santri Lintas Generasi,” lanjutnya.
Reuni akbar semakin meriah. Karena, pra-acara diisi seminar (Siswa/Siswi Madrasah Aliyah Unggulan). Tujuannya, untuk memberi motivasi kepada para siswa-siswi MAU-DU. Nara sumber seminar tersebut adalah alumni MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus) angktan 1991 yakni Sudiro dkk.
BACA JUGA:
Alumni PPDU Jombang Asal Tegal-Brebes Hadiri Haul ke-36 KH Mustain Romly
Seperti tradisi pesantren, sebelum mulai acara, para alumni ziarah ke makam kiai sepuh dan para masyayikh pendiri Ponpes Darul Ulum di lokasi pondok Induk. “Salah satu bukti keterikatan spiritual yang kuat antara guru dan santri yaitu dengan adanya mendoakan dan ziarah ke makam para masyayikh dan muassis,” tutur Gus Shobi.
Ceramah dari perwakilan MPPDU (Majelis Pondok Pesantren Darul Ulum) disampaikan dengan khikmat oleh KH Hamid Bisri dan KH Rohmatul Akbar atau Gus Bang. Dalam sambutannya Gus Bang menyampaikan bahwa tradisi ngalap berkah sudah sejak lama tertanam di dalam keyakinan para santri.
Adab dan akhlak seorang santri kepada guru menjadi kunci kesuksesan santri dalam menuntut ilmu dan hingga kelak ia pulang berjuang di masyarakat. Tidak heran jika para santri selalu berusaha taat dan patuh kepada para gurunya.

“Sejak dahulu tidak ada kamus demo di pesantren. Mereka teguh menjaga tradisi ngalap berkah, mencintai dan menghormati guru kiai dengan sepenuh hati, karenanya mereka pun mendapat berkahnya di masyarakat. Menjadi sangat dihormati oleh para muridnya,” ujar Bandahara PCNU Jombang ini.
Dalam penutupan acara, ramah tamah sekitar 500 santri meberikan hormat bersalaman dengan para guru dan kiai. Juga pemberian talih asih kepada para guru. Tentu saja tidak ketinggalan foto bersama dan dilanjut makan-makan. [suf]






