Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Haul KH Mustain Romly dan Nyai Jumi'atin

Selain Reuni, Alumni PPDU Jombang Juga Doa Bersama untuk KH Mustain Romly

Hj Ma'murotus Sa'diyah atau Ning Eyik (batik merah) saat menemui alumni di pendapa KH Mustai Romly, Kamis (24/11/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Ratusan alumni PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang berkumpul di pendapa KH Mustain Romly, Kamis malam (24/11/2022). Kedatangan alumni lintas angkatan ini dalam rangka doa bersama haul KH Mustain Romly ke-37 dan haul Nyai Jumi’atin Mustain Romly ke-11.

Para alumni dari berbagai daerah ini datang secara bergelombang. Ada yang rombongan menggunakan bus, naik mobil pribadi, hingga naik kendaraan bermotor. Meski diguyur hujan deras, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk hadir di pesantren tersebut. Bahkan satu rombongan bus warna merah dari Jember nampak menerobos genangan air yang ada di jalan masuk PPDU.

Ada juga rombongan dari luar kota yang sudah hadir di pesantren tersebut sejak siang. Selain doa bersama, para alumni angkatan 80-an, angkatan 90-an, hingga tahun 2000-an ini juga menggelar reuni. Mereka mengenang masa-masa indah ketika menjadi santri PPDU.


Acara inti dimulai selepas magrib. Para undangan memadati pendapa KH Mustain Romly. Putri dari KH Mustain Romly, Hj Ahmada Faida atau Neng Aah menyambut para alumni dengan hangat. Dia banyak mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin. “Meski hujan alumni tetap hadir di pendapa pesantren. Ini bukti kecintaan kita kepada Pak Kiai Mustain dan Bu Nyai,” ujar Ning Aah, panggilan akrab Hj Ahmada Faida.

Ning Aah juga mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa mempertemukan alumnus pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. “Sekali lagi kami sekeluarga sangat bahagia bisa mempertemukan seluruh alumni,” ujar mantan Ketua Yayasan Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang ini.

Putri KH Mustain Romly lainnya, Hj Ma’murotus Sa’diyah atau Ning Eyik mengungkapkan hal serupa. Pihaknya sangat berbahagia bisa mempertemukan alumni PPDU Rejoso. Oleh sebab itu, jauh hari sebelum acara puncak, dirinya benar-benar mempersapkan acara itu.

Ning Eyik mengatakan bahwa reuni tersebut merupakan inisiasi dari alumni. Pihaknya kemudian memfasilitasi. Bahkan bukan sekadar reuni, tapi juga dilaksanakan haul KH Mustain Romly ke-37 dan haul Nyai Jumi’atin Mustain Romly ke-11. “Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh alumni serta masyarakat lainnya,” ujar Ning Eyik ketika ditemui secara terpisah.

Bagi alumnus PPDU dan Undar Jombang, sosok Kiai Mustain dan Nyai Jumi’atin adalah figur yang sangat dekat dengan santri. Bahkan Nyai Jumi’atin kerap membantu mahasiswa Undar yang sedang kesulitan dalam hal biaya. Tidak jarang Bu Nyai Tin, panggilan akrab Nyai Jumi’atin, mengeluarkan surat dispensasi untuk memberikan keringanan pembayaran, bahkan menggratiskan biaya pendidikan santri.

Nyai Tin wafat pada Senin 7 Februari 2022 sekitar pukul 04.25 WIB di Rumah Sakit Airlangga Jombang. Nyai Tin merupakan putri pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah. “Bu Nyai Tin sosok yang sabar, murah hati, serta dekat dengan santri dan mahasiswa. Mereka yang kesulitan dalam pembayaran selalu ditolong oleh beliau,” ujar santri yang masuk di PPDU pada tahun 1985 ini.

Hj Ahmada Faida atau Neng Aah saat sambutan

Sedangkan KH Musta’in Romly adalah putra pertama dari KH Romly Tamim. Kiai Mustain lahir di Rejoso pada 31 Agustus 1931. Kiai Mustain sebagai pimpinan tertinggi Pondok Pesantren Darul Ulum sepeninggal ayahandanya tahun 1958. Selain itu juga menjadi mursyid Thariqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Thariqoh ini memiliki ribuan pengikut yang tersebar di seluruh Indonesia.

Saat dipegang oleh KH Mustain Romly, pesantren Darul Ulum berkembang bukan hanya sebagai lembaga pendidikan nonformal, melainkan juga mengembangkan diri sebagai lembaga yang berwawasan umum. Kiai Mustain mendirikan perguruan tinggi yang sangat terkenal, yakni Undar (Universitas Darul Ulum).

KH Mustain Romly wafat pada tanggal 21 Januari 1985. Kiai Musta’in meninggalkan beberapa putra dan putri yaitu M Rokhmad (almarhun), H Lukman Haqim dari ibu Chafsoh Ma’som, Hj Choirun Nisa dari ibu Dzurriyatul Lum’ah, H Abdul Mujib, Ahmada Faidah, Ma’murotus Sa’diyah dari ibu Nyi Hj Djumiyatin Musta’in serta Siti sarah dan Dewi Sanawai dari ibu Hj Latifa. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar