Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 22 peserta ikuti Cooking Class & Cake Decoration Competition, di Victory Ballroom, Hotel Ciputra World, Surabaya, Sabtu (22/10/2022). Acara bertema Growing a Healty Future ini digelar untuk memperingati International Chef Day.
Acara ini diawali dengan sharing session dengan executive chef, Andi Nuraji. Chef Andi menjelaskan bahwa untuk mengawali terjun ke dunia culinary produksi harus memulainya dengan rasa cinta. “Jika kita sudah memiliki kecintaan pada suatu hal, pasti kita akan maksimal dalam mengerjakannya dan mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, meski diawali dengan melihat resep, video tutorial, dan lain sebagainya. Namun ketika memasak, seseorang perlu mengulanginya berkali-kali untuk mendapatkan cita rasa yang lebih enak. Andi pun juga mengungkapkan mengenai tips agar sukses dalam bisnis kuliner, yakni harus kerja keras dan belajar lebih keras.
Sesi selanjutnya, Pastry Chef, Ferdiyanzah, memimpin cooking class of healthy cake. Dalam kesempatan kali ini, Ferdi memberikan contoh dalam membuat carrot cake.
“Tekniknya beda dengan spon cake, ini bisa di-mix langsung seperti banana cake. Hanya saja untuk gula dan telur didahulukan karena agar lebih mudah,” ujarnya.
Sebelum para peserta dari Universitas Ciputra, Hotel & Tourism Bussines, dan Akademi Sages, memulai kompetisi peserta lebih dulu diberikan materi mengenai cara pembuatan, menyusun, hingga teknik mendekorasi kue.
Adapun tujuh teknik yang perlu diperhatikan para peserta, di antaranya;
1. Agar cake tidak bergeser saat dihias, beri sedikit mentega di bawah cake.
2. Pastikan cake sudah dingin sebelum dihias.
3. Saat membuat cake lapis balikkan lapisan bawah menjadi ke atas sehingga bagian atasnya menjadi rata.
[berita-terkait number=”3″ tag=”surabaya”]
4. Saat piping berikan tekanan dari bagian atas bukan di tengah.
5. Buat dekorasi dari fondant sesuai dengan tema cake.
6. Untuk memberi efek tetesan pastikan kue di gin dan ganache hangat.
7. Buah segar selalu menjadi pilihan yang indah, mudah, dan elegan.
Ketika memasuki sesi kompetisi, para peserta yang telah dibagi menjadi tujuh tim ini pun tampak sangat antusias menghias carrot cake. Mereka diberi waktu selama 30 menit untuk menghiasnya.
Maria Ivani, salah satu peserta dari Universitas Ciputra, mengaku cukup kesulitan dalam mendekorasi kue. “Pada dasarnya ini perihal jam terbang ajah sih. Tapi saya pribadi kesusahan di icingnya yang warna hitam karena agak lembek dan terlalu lengket di tangan.
Usai kompetisi, tim yang menjadi pemenang pun diumumkan, yakni peserta dari Akademi Sages. Adapun lima poin yang dijadikan penilaian, yakni konsep, teknik dan tingkat kesulitan, kreatifitas, higienitas, dan kerja tim. [fyi/beq]







