Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana haru mewarnai pemberian bantuan yang dilakukan Kanit Binmas Polsek Babadan Aiptu Diah Nima kepada anak yatim piatu akibat covid-19. Ya, menjelang peringatan HUT ke-73 Polwan, Diah memberikan santunan kepada anak-anak yang terdampak Covid-19 di wilayah hukum Polsek Babadan.
“Menurut catatan kami ada 39 anak di Kecamatan Babadan yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19,” kata Aiptu Diah Nima, Jumat (27/8/2021).
Diah mengungkapkan jumlah itu yang dihitung dirinya selama melakukan pendampingan pada pasien covid-19 yang meninggal. Dari total 39 anak tersebut, yang menyandang anak yatim piatu ada 5 anak. Sisanya ada anak yang ditinggal mati ibunya atau ayahnya saja. “Di Kecamatan Babadan ada 5 anak yang statusnya yatim piatu, mereka ditinggal meninggal bapak dan ibunya akibat terpapar oleh virus corona,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-ponorogo”]
Diah menceritakan yang paling kecil umur 3 tahun, waktu itu ibunya terpapar Covid-19 saat hamil 9 bulan. Ibu dan jabang bayi yang dikandungnya tidak bisa terselamatkan akibat positif Covid-19. Diah mengaku kalau ada rejeki lebih dari rekan-rekannya di Polres Ponorogo, dititipkan dirinya untuk diberikan anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat pandemi Covid-19 ini. “Kami santuni utamanya mereka-meraka yang yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19,” katanya.
Hingga saat ini, kata Diah anak-anak yatim piatu ini, belum ada yang dititipkan ke panti asuhan. Kebanyakan ada yang diasuh oleh kakek neneknya atau keluarga dekatnya. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka juga dibantu oleh warga sekitar.
“Kebanyakan diasuh oleh saudaranya, tetapi kami juga perhatikan tumbuh kembangnya. Tak jarang kami temui dan ajak ngobrol, baik lewat telepon ataupun langsung,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu anak yatim piatu, Agung Bayu Prayoga (16) mengaku ditinggal orangtuanya sudah setahun yang lalu. Yakni awal-awal pandemi Covid-19. Yang meninggal pertama adalah bapaknya. Selang 52 hari, ganti ibunya yang juga ikut meninggal. “Selang hampir 2 bulan, bapak dan ibu meninggal karena Covid-19,” ungkap pelajar kelas 11 SMK tersebut.
Selain Yoga, panggilan akrab Agung Bayu Prayoga, ada adik perempuanya yang masih berusia 6 tahun yang menyandang anak yatim piatu. Hingga kini adiknya belum tahu kalau orangtuanya sudah meninggal. “Adik ya tahunya bapak dan ibu masih sakit sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” pungkas Yoga sambil matanya nampak berkaca-kaca. (end/kun)






