Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk memperingati Hari Prematur Sedunia 2023, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo menggelar kegiatan jalan sehat untuk prematuritas.
Jalan sehat untuk prematuritas ini, diikuti oleh 100 peserta. Para peserta jalan sehat untuk prematuritas ini, dilepas oleh Direktur RSU Aisyiyah dr. Wegig Widjanarko dan Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti, serta perwakilan dari Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah Ponorogo.
Kegiatan ini terlaksana berkat sinergitas untuk pencegahan dan perawatan bayi prematur, antara RSU Aisyiyah dengan Leo and Mia Foundation. Fakta-fakta jumlah bayi prematur yang terjadi di Indonesia, menjadi dasar RSU Aisyiyah menjalin kerjasama dengan Leo and Mia Foundation. Leo and Mia Foundation merupakan sebuah organisasi non profit internasional berbasis di Inggris yang memiliki fokus di penanganan bayi-bayi prematur.
Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah bayi prematur tertinggi di dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2018, tercatat ada 675.700 bayi prematur per tahun. Secara urutan dunia, Indonesia menempati peringkat lima negara tertinggi untuk jumlah bayi prematur.
Di seluruh dunia, ada 15 juta bayi yang terlahir prematur setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,1 juta bayi dilaporkan meninggal dunia karena berbagai komplikasi.
Tata laksana bayi prematur di Indonesia, masih banyak mengalami stagnasi, jika dibandingkan dengan program lain, seperti penanganan HIV atau TB. Padahal, bayi prematur adalah salah satu risk factor terjadinya stunting. Hal tersebut disampaikan oleh Supriyatiningsih selaku Project Manager and Clinical Setting Coordinator Program Perawatan Bayi Prematur Aisyiyah.
Baca Juga:
Daftar 21 Lokasi Uji Kompetensi Peserta Seleksi PPPK Ponorogo 2023
Oleh karena itu Aisyiyah memandang penting sinergi berbagai pihak untuk mengupayakan bersama kesehatan bayi prematur. Kerjasama dengan Leo and Mia Foundation ini, tidak hanya dilakukan oleh RSU Aisyiyah sendiri, namun juga PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, dan RS Aisyiyah Muntilan.
“Jadi kerjasama dengan Leo and Mia Foundation ini, dilaksanakan di tiga Rumah Sakit Aisyiyah Muhammadiyah yakni RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, RS Aisyiyah Muntilan, dan RSU Aisyiyah Ponorogo,” kata Supriyatiningsih, Jumat (17/11/2023).
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan bahwa, penanganan bayi prematur menjadi perhatian Aisyiyah. Sebab, bayi yang terlahir prematur, memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
“Hal ini tentu memperihatinkan, karena seharusnya kita dapat menjamin kesehatan anak-anak kita yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa. Apalagi saat ini Indonesia tengah menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” kata Tri sapaan Tri Hastuti Nur Rochimah.
Upaya penanganan dan perawatan bayi prematur ini, menurut Tri, bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan peran semua pihak terutama suami, keluarga dekat, hingga komunitas. Seorang ibu yang melahirkan bayi prematur, membutuhkan dukungan orang-orang terdekatnya, terutama suami untuk bersama mengasuh dan memberikan dukungan tumbuh kembang yang terbaik bagi sang anak.
Kegiatan Jalan Sehat untuk Prematuritas oleh RSU Aisyiyah Ponorogo ini, diikuti oleh 100 peserta. Dengan menempuh rute mulai dari RSU Aisyiyah Ponorogo ke barat lewat jalan HOS Cokroaminoto ke selatan belok ke jalan Gajahmada. Kemudian belok ke kiri melewati jalan Sultan Agung, barulah kembali ke RSU Aisyiyah Ponorogo lewat jalan Dr. Soetomo dari timur. Jalan sehat untuk prematuritas ini juga dilaksanakan serentak di 2 rumah sakit lainnya yang bekerjasama dengan Leo and Mia Foundation. yakni RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, dan RS Aisyiyah Muntilan.
Direktur RSU Aisyiyah Ponorogo, dr.H.Wegig Widjanarko, menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Sehat untuk Prematuritas adalah salah satu upaya yang pihaknya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat atas bayi prematur. RSU Aisyiyah Ponorogo memiliki ruang NICU untuk dapat memberikan layanan kesehatan yang maksimal bagi bayi-bayi yang terlahir prematur.
Selepas dari RS bayi-bayi kecil ini tentu juga harus mendapatkan perawatan yang terbaik di rumahnya, sehingga dapat membantu mendukung tumbuh kembang mereka. Sebagaimana tema Hari Prematuritas di tahun 2023 ini yakni tindakan kecil BERDAMPAK BESAR : Perawatan Kulit ke Kulit Segera, untuk setiap bayi dimana pun.
“Tema ini menyoroti pentingnya perawatan yang menjaga kehangatan bayi prematur melalui pelekatan kulit ke kulit antara bayi dengan orangtuanya,” katanya.
Oleh karena itu diharapkan momen peringatan Hari Prematur Sedunia ini, dapat menumbukan pemahaman dan kepedulian bersama untuk dapat menjaga kehamilan sehat dan mencegah kelahiran prematur. Selain itu juga berkomitmen untuk bersama mendukung tumbuh kembang bayi prematur dengan sehat.(end/ted)






