Kediri (beritajatim.com) – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri mendukung program pembangunan berkelanjutan dengan memberi manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satunya dengan memberikan bantuan sembako kepada Yayasan Gapit Sagoro Trenggalek.
Administratur Perhutani Kediri melalui wakilnya Munawar Sukowati mengatakan, pemberian bantuan sembako tersebut adalah bagian pendekatan bisnis perusahaan. Adapun tujuannya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Semoga paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat bisa bermanfaat dan memberikan kebaikan untuk semuanya. Harapannya dan doa Perhutani tetap eksis menghadapi tantangan ke depan yang semakin tidak mudah,” ujar Munawar.
Bantuan sembako tersebut diserahkan melalui Yayasan Maulana Makdum Ibrahim Trenggalek Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Sembako terdiri dari, beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg.
Masih kata dia, program TJSL BUMN merupakan Komitmen dan Bakti BUMN khususnya Perum Perhutani terhadap pembangunan yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Terpisah, Ketua Yayasan Maulana Makdum Ibrahim Trenggalek M. Yusuf Habibi berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Perhutani atas bantuan tersebut.
“Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu kondisi perekonomian masyarakat di sekitar Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.
Pihaknya berdoa, semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan kepada Perhutani, kejayaan, senantiasa dalam lindungan-Nya. Dengan begitu, Perhutani bisa melakukan kebaikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. [nm/aje]






