Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember memiliki performa ekonomi terbaik di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur pada 2025. Performa ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, namun juga ikhtiar untuk menaikkan pendapatan tanpa membebani rakyat.
Hal ini disampaikan Bupati Muhammad Fawait, di sela-sela acara Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Selasa (7/4/2026).
“Dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang kita tertinggi selama lima tahun, tertingginya pada 2025. Yang tidak kalah penting adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita melesat 36 persen tanpa menaikkan pajak. Kalau PAD naik dengan menaikkan pajak atau retribusi itu adalah hal yang biasa,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Kunci peningkatan PAD ini adalah optimalisasi potensi pendapatan dan menutup kebocoran. “Potensi pajak Jember ini sudah besar. Jadi, tidak usah berpikir menaikkan pajak dulu. Tapi yang ada dioptimalkan,” kata Bupati Fawait. Digitalisasi transaksi keuangan juga bisa menekan kebocoran.
Bupati Fawait berharap tren positif ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. :”Target kami dari performa ini ujungnya adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Angka kemiskinan Jember pada 2025 sudah turun. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember 2025 menyebutkan, angka kemiskinan pada 2025 adalah 8,67 persen atau 216.760 jiwa. Angka ini terendah selama satu dekade terakhir dan masih berada dibawah angka rata-rata kemiskinan provinsi Jawa Timur (9,50 persen).
“Tapi saya masih yakin di tahun 2026 akan turun lebih lagi. Harapan saya mudah-mudahan sesuai target kita dari awal waktu saya kampanye, harus turun sampai di bawah angka psikologis 200 ribu jiwa. Mudah-mudahan itu bisa tercapai di tahun 2026 atau 2027,” kata Fawait.
Bupati Fawait yakin pertumbuhan ekonomi Jember akan melaju kencang dan pengentasan kemiskinan akan lebih baik. Selain mengandalkan pembiayaan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sejumlah program perbaikan infrastruktur, sektor pertanian, dan sektor pendidikan yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) juga akan banyak membantu.
“Selain itu, kita punya kelebihan, Kabupaten Jember adalah kabupaten dengan jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak kedua di Jawa Timur. Itu perputarannya akan besar, sehingga pertumbuhan ekonomi akan naik,” kata Gus Fawait.
“Kita dorong juga PAD kita naik tanpa menaikkan pajak, dan saya yakin kemiskinan di Jember tahun 2026 juga pasti akan turun,” kata Fawait. [wir/aje]






