Tuban (beritajatim.com) – Siapa sih yang tak suka olahan cokelat?, ada salah satu bisnis rumahan pembuatan coklat yang berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Uniknya, coklat tersebut tidak hanya diolah begitu saja, akan tetapi untuk menarik minat pembeli, pemilik usaha bernama Denok Winarni melukis cokelat – cokelat tersebut, alhasil dari ide jualannya itu, pihaknya meraup banyak cuan.
Wanita yang akrab disapa Denok itu berawal hobi yang digemari, yakni melukis atau menggambar. Salah satu makanan favoritnya tak lain juga cokelat, karena hal itulah ia memiliki ide untuk menggabungkan keduanya.
Sentuhan dari tangan kreatifnya itu, cokelat yang hanya terlihat biasa saja, justru makin lucu dan cantik. Belum lagi rasa legit dari cokelat tersebut juga wajib untuk dicoba. “Ini namanya cokelat karakter, memang berawal dari hobi membuat aneka jajan sejak masih kecil,” ucap Denok, kamis (31/08/2023).
Kemampuan melukis Denok ini sudah dimilikinya sejak lama dan secara otodidak karena lahir ditengah keluarga yang juga berbisnis dari kuliner aneka jajanan. Berbekal dari situ, pada akhirnya Denok memutuskan untuk mencari ide usaha kuliner jajanan yang unik dan belum banyak digeluti oleh masyarakat lain. “Saya sudah menggeluti usaha ini mulai Tahun 2015, awalnya karena ingin membuat usaha produksi yang berbeda dengan orang lain,” ungkap wanita yang berusia 43 tahun itu.
Denok sendiri telah belajar banyak dari orangtua dan kakak yang juga menggeluti usaha kuliner, meski saat ini sudah mampu berbisnis secara mandiri, ia mengaku masih mengalami kesulitan, terhadap ide lukisan atau karakter yang ingin dibuat menjadi cokelat, karena harus benar-benar fokus dan sabar.
Meski begitu, dalam satu hari Denok bisa memproduksi kurang lebih 100 sampai 150 biji cokelat lukis, dengan karakter yang berbeda-beda. “Alhamdulilah lumayan laris di pasaran, karena tidak hanya di lokal Tuban saja,” imbuhnya.
Lanjut, dalam pemasaran pihaknya dibantu oleh organisasi Hipmikindo Tuban dan di pasarkan luar Kabupaten Tuban, seperti Malang, Yogyakarta, hingga Kalimantan. “Saya jualnya, yang besar harga Rp 3.500 sampai Rp 5 ribu, kalau untuk yang kecil harganya Rp 3 ribu,” bener dia.
Harga yang murah itu, cukup menarik minat pembeli anak – anak hingga dewasa. Salah satunya Safira asal Widang yang kebetulan membeli cokelat karakter tersebut mengaku sering beli. “Sering beli, apalagi harganya murah,” ujar Safira.
Safira juga menjelaskan, rasa dari cokelat buatan Denok ini beda dengan olahan cokelat-cokelat pada umumnya, sebab ketika makan terdapat ciri khas kacang di dalam cokelat tersebut, sehingga cenderung memiliki rasa yang lebih gurih. “Untuk rasanya enak, dalemnya ada kacangnya dan lumer,” tutup Safira. [ayu/kun]
BACA JUGA: Perusahaan Kilang Minyak Tuban Beri Pengobatan Gratis 34 Purnawirawan dan 59 Lansia
![Perempuan di Tuban Raup Cuan dari Hasil Jualan Cokelat Karakter Denok Winarni bersama pembeli saat membuat lukisan cokelat karakter. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230831-WA0019_11zon-1024x576.jpg)





