Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang perempuan bernama Tarmi, warga RT 11 RW 03 Desa Jelu Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro diduga mengalami depresi hingga nekat menceburkan diri ke sungai. Korban diduga menceburkan diri dari jembatan setinggi kurang lebih 8 meter.
Perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 39 tahun itu sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri. Namun, aksi percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri itu diketahui keluarga dan berhasil diselamatkan.
Menurut salah seorang warga, Tamsuri, korban diduga mengalami depresi dan nekad menceburkan diri ke sungai. Belakangan, korban juga secara rutin menjalani pengobatan di dokter spesialis syaraf maupun ke pengobatan alternatif. “Baru empat hari lalu, saya mengantarkan korban berobat ke dokter syaraf,” ujarnya.
Depresi yang dialami korban sudah lama. Namun, warga juga masih menduga kemungkinan yang dilakukan korban apakah menceburkan diri ke sungai atau hanya meninggalkan jejak dengan meninggalkan sandalnya di jembatan.
“Kemungkinan besar tapi ya menceburkan diri ke sungai, karena sebelumnya juga sudah pernah berusaha bunuh diri tapi gagal,” terangnya.
Sebelumnya diketahui, korban mulai meninggalkan rumah diperkirakan sekitar pukul 24.00 WIB. Pihak keluarga yang mengetahui bahwa korban tidak ada di rumah kemudian melakukan pencarian dibantu warga setempat. Kejadin itu kemudian dilaporkan ke BPBD Bojonegoro untuk dilakukan penyisiran. [lus/kun]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119






