Surabaya (beritajatim.com) – Kasus dugaan teror dilakukan perempuan berkerudung dan bercadar di Gereja Katolik Santo Stefanus, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya dengan membawa sebilah pisau. Polisi menyebut perempuan itu mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Kapolsek Lakarsantri, Kompol M. Akhyar melalui telepon menjelaskan bahwa perempuan tersebut sudah ditemui pihak keluarganya. Meski kondisinya saat ini masih perlu diobservasi pihak RSJ. Menur
“Diduga ODGJ dan masih observasi di RSJ Menur hingga 12 hari. Namun, dari pihak keluarga sudah ada yang mengakui,” kata Akhyar, Jumat (22/11).
Akhyar menjelaskan bahwa perempuan tersebut berasal dari Pulau Madura. Serta keterangan dari keluarga membenarkan. “Asalnya warga Madura,” imbuhnya.

Diketahui, aksi teror perempuan diduga ODGJ di Gereja Katolik Santo Stefanus, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya ini terjadi hari Rabu (20/11/44). Saat berlangsung ibadah Misa pagi.
Perempuan tersebut mengikuti ibadah Misa pagi dan membawa sebilah pisau dapur. Hingga para jemaat Misa yang hadir gempar serta diamankan polisi. [ama/but]






