Jember (beritajatim.com) – Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Jember tengah dilanda perseteruan internal. Namun itu tak menghalangi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember untuk tetap mengunggulkan cabang olahraga catur untuk meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022.
Ketua KONI Jember Sutikno mengatakan, pihaknya membentuk tim peralihan pengurus Percasi Jember. Hal ini dikarenakan ada persoalan dalam musyawarah cabang organisasi tersebut.
“Dari awal, pengurus provinsi dan KONI Jatim sudah kami surati, bahwa musyawarah cabang Percasi kemarin tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Ada surat keputusan (SK) tanpa ada rekomendasi dari KONI. Ini sudah menyalahi AD/ART,” kata Sutikno.
Sutikno tak ingin konflik berlarut-larut. “Kami ingin menyelamatkan atletnya. Kami akan akomodasi. Yang penting, pengurus provinsi tidak menghambat,” katanya.
KONI Jember akan bersikap adil. “Kami tidak akan pilih atlet dari salah satu kubu, karena dualisme. Atlet dari dua kubu (yang berseteru) akan diberi kesempatan mengikuti seleksi berdasarkan kualitas,” kata Sutikno.
Sutikno ingin semua pihak yang berkepentingan untuk mengoreksi diri demi Jember jelang porprov. “Nanti insya Allah dua kubu dan pengurus provinsi akan kami undang. Kami sudah lapor ke provinsi. Kami ingin membenahi semua cabang olahraga yang bermasalah. Yang SK (Surat Keputusan) kepengurusannya mati, segera adakan musyawarah cabang. Yang dualisme, segera musyawarah sehingga terbentuk kepengurusan yang benar,” katanya.
Sutikno meminta media massa mengawal mediasi konflik di Percasi. “Ini akan dimediatori Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami akan minta Dispora agar mediasi digelar sebelum 16 Maret 2022, supaya (keikutsertaan dalam pertandingan) pra porprov bisa terselamatkan,” katanya.
Selain catur, ada sembilan cabor lain yang diunggulkan KONI Jember untuk mendulang emas. Menurut Soetriono, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jember, sepuluh cabor itu memiliki latar belakang kuat untuk memperoleh medali.
[berita-terkait number=”5″ tag=”koni-jember”]
Tenis lapangan diunggulkan karena pada Porprov 2019 meraih tiga medali emas, perak, perunggu dan didasarkan pada hasil berbagai pertandingan yang diikuti atlet tenis Jember hingga saat ini. Catur menjadi cabor unggulan berikutnya. Bola voli diunggulkan berdasarkan hasil turnamen dan sejumlah uji coba di wilayah barat Jawa Timur. “Itu jadi salah satu ukuran KONI,” kata Soetriono.
Tenis meja dan sepak bola menjadi cabor unggulan juga. Soetriono mengatakan, sepak bola wajib menjadi cabor unggulan. “Walaupun prestasinya tidak seberapa, tapi wajib jadi cabor unggulan, karena medali emasnya hanya satu dan pemainnya banyak. Itu pun (sepak bola) menjadi ikon di mana-mana,” kata Soetriono.
Cabor unggulan lainnya adalah drum band. “Ini luar biasa. Walau jarang berlomba, tapi Pak Tri Basuki (sebagai pembina drum band di Jember) adalah ‘ikon internasional’. Insya Allah (target) bisa tercapai 6-7 medali,” kata Soetriono.
“Kemudian karate. Di situ ada Pak Sudjatmiko, tokoh FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia). Kemudian bridge, wushu yang sampai dengan level internasional, dan pencak silat,” kata Soetriono. [wir/suf]






