Ponorogo (beritajatim.com) – Ada pemandangan tak biasa di lapangan tembak Bhayangkara di Kecamatan Balong Ponorogo. Biasanya, peserta latihan tembaknya orang dewasa dari Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) dan anggota polisi. Namun, pada hari ini Minggu (7/11), malah anak-anak usia SMP yang nimbrung untuk latihan menembak.
“Hari ini memang sengaja Perbakin Ponorogo melakukan latihan menembak untuk anak-anak. Tercatat ada 25 anak seusia SMP yang mengikuti,” kata Wakil Ketua Perbakin Ponorogo, Setyo Budiono, Minggu (7/11/2021).
Selama pandemi Covid-19, anak-anak ini melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Keseringan dalam menggunakan gadget ini, dimungkinkan bisa menjadi ketergantungan. Maka dari itu, latihan menembak untuk anak-anak ini sebagai upaya untuk sedikit menjauhkan dari gadget tersebut. “Dari pada setiap hari mantengin HP terus, sesekali dilakukan latihan menembak, yang sangat bermanfaat untuk anak-anak,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”menembak”]
Dalam latihan menembak kali ini, anak-anak dibekali dengan senapan angin kaliber 4,5. Sebelum, menembak dilakukan pemanadan dulu, seperti lari-lari kecil hingga senam. Mereka diawasi oleh tiga pelatih tembak profesional. Sudah mengantongi sertifikasi menembak dan mempunyai jam terbang tinggi. Tiga pelatih ini juga sering mengikuti perlombaan menembak tingkat nasional.
“Anak-anak ini antusias mengikuti arahan dari para pelatih. Mulai dari arahan pelatihan fisik, teori dan keamanan untuk menembak. Selain itu anak-anak juga diajari beberapa posisi menembak. Mulai dari tidur, tiarap, jongkok hingga berdiri,” ungkap Budi.
Budi mempersilahkan masyarakat yang punya hobi olahraga menemabak untuk bergabung dalam Perbakin Ponorogo. Latihannya setiap seminggu sekali dan gratis. Masyarakat cukup membawa senapan angin sama peluru saja. Sedangkan pelatihnya sudah disediakan dari Perbakin Ponorogo. “Bagi yang hobi dan mau belajar olahraga menembak, bisa langsung datang ke Sekretariat Perbakin Ponorogo, di Jalan Pacar, Kelurahan Tonatan, Ponorogo,” pungkasnya. (end/kun)






