Surabaya (beritajatim.com) – Rasa bangga dirasa para atlet yang berhasil meraih medali di Sea Games disuport langsung oleh para kepala daerahnya. Namun ada satu ganjalan dari atlet Volly Pantai Jawa Timur, Mohammad Ashfiya atau yang kerap di sapa Yaya.
Pasalnya sejak Sea Games Filipina, Pon Papua hingga Sea Games Vietnam ia tak pernah sama sekali diberikan apresikan oleh kepala daerah asalnya yakni Sidoarjo.
Menurutnya, sejak pergantian bupati terbaru ia belum pernah dipanggil secara khusus seperti para atlet Jawa Timur yang lain untuk memberikan suport telah berhasil mendapatkan prestasi dikancah internasional.
“Ya sejak pergantian bupati itu, saya belum pernah diberi apresiasi minimal diajak berbicara bersama sama bupati supaya bupati tahu jika punya atlet yang berprestasi dan membawa bangga kabupaten Sidoarjo,”ucapnya, Jumat (27/5/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”sea-games-vietnam”]
Sebagai putra daerah sosok Ashfiya bukanlah atlet baru, namanya melambung di dunia atlet sejak ia menjadi pelajar di SMANOR Sidoarjo. Prestasi yang didulangnya pun cukup apik beberapa kali kejuaraan internasional medali emas kerap di bawa pulang oleh atlet berusia 27 tahun ini.
Dibeberapa kejuaraan dunia ia berhasil menorehkan prestasi seperti di Asean Games 2018, Yaya bersama duetnya Ade Rachmawan berhasil membawa medali Perak, di PON Papua berhasil mendapat medali emas bersama duetnya Rendy Verdian dan di Sea Games Vietnam ia berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia. (way/ted)






