Ngawi (beritajatim.com) – Penyebab mobil Mitsubishi Kuda nopol AE 1693 GA yang tertabrak kereta Api Sancaka Tambahan di perlintasan sebidang kereta apil Jalan Ryaa Ngawi Maospati masuk Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Jumat (23/12/2022) pukul 01.46 WIB masih diselidiki.
Namun, sejumlah saksi di sekitar lokasi mengatakan jika palang pintu terlambat ditutup. Sumadi, salah satu pemilik warung di dekat lokasi kejadian melihat saat kejadian palang pintu masih terbuka saat kereta sudah hampir melintas.
Kemudian, mobil yang terdapat 3 orang penumpang itu melintasi perlintasan sebidang dari arah Maospati menuju Ngawi dan langsung tertabrak kereta hingga terseret ratusan meter. Setelah ada tabrakan itu, palang pintu baru menutup jalan raya.
“Palang pintu masih terbuka, mobil tertabrak lalu terseret baru palang pintu ditutup. Diduga ketiduran itu penjaganya, saya pas nambal ban di luar warung, saat kejadian itu,” kata Sumadi, Jumat (23/12/2022).
Terpisah, AKP M Farid Suharta Kapolsek Geneng membenarkan adanya dugaan tersebut. Pihaknya sempat meminta keterangan penjaga palang pintu di jalan perlintasan langsung nomor 15 itu.
“Setelah sempat saya periksa penjaga palang pintu diduga ngantuk. Harusnya sudah ditutup tapi masih terbuka saat kereta melintas. Mobil terseret 300 meter korban meninggal 3 orang. Ada satu warga magetan berdasarkan KTP,” kata Farid, Jumat (23/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-ka-ngawi”]
Diketahui, sebuah mobil tertabrak kereta api Sancaka Tambahan jurusan Surabaya Yogyakarta di perlintasan sebidang kereta api Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Ngawi Jawa Timur pukul 01.46 WIB dini hari.
Mobil tersebut yakni Mitsubishi Kuda nopol AE 1693 GA yang didalamnya ada 3 orang yakni 2 orang penumpang dan seorang sopir. Ketiga orang tersebut masih belum diketahui identitasnya namun, ketiga orang itu meninggal dunia di lokasi kejadian imbas terjepit bodi mobil yang ringsek tertemper lokomotif KA Sancaka.
Pukul 02.06 WIB setelah melakukan pemeriksaan, Masinis KA Sancaka meminta Lokomotif penolong, untuk menarik rangkaian. Petugas dari Madiun menyiapkan dan mengirimkan Lokomotif pengganti ke lokasi untuk menarik rangkaian ke stasiun Magetan. Setelah pengecekan di stasiun Magetan, rangkaian KA berangkat kembali dari stasiun Magetan 04.39 WIB. (fiq/ted)






