Sumenep (beritajatim.com) – Rahmat (49), warga Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura yang melompat ke laut dari Kapal Sabuk Nusantara 91 pada Minggu (15/06/2025), ditemukan meninggal di Perairan Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.
“Korban ditemukan di Perairan Poteran dalam keadaan sudah meninggal. Kondisi mayatnya sudah rusak dan sulit untuk dikenali,” kata Pj Kepala Desa Batu Putih Kecamatan Kangayan, Moh. Syafi’ie, Selasa (24/06/2025).
Ia menjelaskan, setelah diidentifikasi, mayat tersebut memang benar Rahmat. Ia pun langsung menghubungi keluarga korban. “Keluarganya minta agar jenazah korban bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Syafi’ie, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Baznas Sumenep, untuk kepentingan pemulangan jenazah korban ke Kangayan. “Alhamdulillah, Baznas bersedia membantu untuk pemulangan jenazah korban,” terangnya.
Sementara Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman menjelaskan, pihaknya memang dihubungi PJ Kepala Desa Batuputih terkait pemulangan jenazah korban.
“Pak Syafi’ie meminta Baznas membantu biaya pemulangan jenazah ke Kangayan. Jadi kami membantu, meski jumlahnya tidak besar. Semoga bisa meringankan beban keluarga korban,” terangnya.
Rahmat (49), warga Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura yang melompat ke laut dari Kapal Sabuk Nusantara 91.
Rahmat berangkat dari Pelabuhan Kalianget pada Minggu (15/06/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal berlayar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean.
Setiba di Perairan Raas, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini tiba-tiba melompat ke laut di sekitar perairan selatan Desa Ketupat, Pulau Raas.
Saat ABK mendapat laporan bahwa ada penumpang yang melompat ke laut dari dek 4 sisi kanan kapal, nahkoda pun memutuskan untuk balik arah melakukan pencarian di Perairan Raas. Namun setelah melakukan pencarian berjam-jam, penumpang yang melompat ke laut itu belum ditemukan. Kapal kemudian melanjutkan perjalanan ke Kangean.
Pencarian dilanjutkan oleh tim gabungan Basarnas, Satpol Airud Sumenep, serta nelayan setempat. Pencarian sempat terkendala cuaca. [tem/aje]






