Gresik (beritajatim.com)- Insiden penumpang jatuh ke laut dari kapal Dharma Ferry VII menggegerkan jalur pelayaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, jasad Muslich (37), warga Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, akhirnya ditemukan.
Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh ke laut saat kapal melintas di sekitar perairan Sembilang pada Senin (2/3). Informasi awal diterima dari Syahbandar Surabaya yang mendapat laporan dari pandu 131 terkait adanya insiden man over board.
Jasad korban ditemukan di sekitar Pelabuhan Maspion Gresik yang masuk wilayah APBS Surabaya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Satpolairud Polres Gresik, serta TNI Angkatan Laut bergerak cepat melakukan pencarian sejak laporan diterima.
Kasatpolairud Polres Gresik AKP Nyoman Ardita menjelaskan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Begitu informasi kami terima dari Syahbandar Surabaya, anggota langsung turun melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Pada hari ketiga pencarian, korban berhasil ditemukan dan segera dievakuasi bersama Basarnas, BKO Ditpolairud Polda Jatim (KP X-2005), serta KPLP Pelabuhan Gresik.
Jenazah kemudian dibawa ke dermaga pelabuhan umum sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses visum.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti korban jatuh ke laut. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi keselamatan penumpang kapal, khususnya saat melintas di jalur padat seperti Alur Pelayaran Barat Surabaya. [dny/ian]






