Surabaya (beritajatim.com) – Penonton Piala Dunia U-17 berebut shuttle untuk pulang. Pantauan beritajatim.com, ribuan penonton pun harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan bus shuttle untuk kembali pulang.
Puspita (27) Suporter Indonesia asal Genteng mengatakan bahwa tidak adanya petugas yang mengatur jalur shuttle sedikit membuat bingung. Ia merasa bahwa mendapatkan shuttle bus pulang tidak semudah seperti pemberangkatan awal.
“Berangkat itu kan ada 6 titik. Nah tidak ada petugas yang mengarahkan jadi bingung. Saya sudah nunggu 2 jam diserobot terus,” ujar Puspita diwawancarai di lokasi stadion Gelora Bung Tomo.
Baca Juga: Tekad Wahyu Hidayat Jadikan Ekonomi Kreatif Sebagai Simbol ‘Local Heroes’
Puspita menjelaskan ia berangkat dari Balai Kota Surabaya menggunakan bus shuttle. Selain harus mencari mana bus yang kembali mengantar ke Balai Kota, Puspita juga kesulitan untuk menaiki bus karena jumlah penonton yang mencapai ribuan.
Harusnya dibuat jalur masing-masing. Jadi kita bisa tahu mana bus yang ke Balai Kota atau titik lainnya. Kalau begini kan kasian yang penonton bawa anak kecil,” imbuhnya.
Sepakat dengan Puspita, perempuan bernama Dini (31) warga Dharmahusada yang juga berangkat dari Balai Kota mengeluhkan harus berdesak-desakan selama di bus shuttle. Bahkan, ia harus berdiri mulai Gelora Bung Tomo sampai di Balai Kota. Ia memberikan saran agar tiap bus tidak dipaksakan membawa penumpang hingga berdesakan.
Baca Juga: Presiden Jokowi, Sebut Kerja Keras Pemain Timnas U-I7 Mengejutkan
“Selain untuk alasan kenyamanan, kan juga keamanan. Tadi saya berdiri mulai Gelora Bung Tomo sampai Balai Kota Surabaya. Bayangkan aja mas jaraknya. Itu pun harus menunggu bis satu jam,” tuturnya. (ang/ian)






