Ngawi (beritajatim.com) – Wisata Sengon Hill di Desa Girimulyo, Jogorogo, Ngawi jadi lokasi pengambilan air untuk keperluan water bombing kebakaran hutan Gunung Lawu. Air di kolam renang kawasan wisata itu diambil perdana oleh helikopter milik BNPB pada Selasa (3/10/2023)
Namun, dari hasil evaluasi, banyaknya orang yang mendekat ke kolam renang dan sekitarnya untuk melihat proses pengambilan air jadi kendala.
“Lokasi pengambilan air water bombing banyak sekali masyarakat yang ingin melihat prosesnya. Ini menyulitkan konsentrasi pilot karena banyak anak kecil. Pada hari Rabu, di lokasi pengambilan air harus steril. Untuk patroli udara menentukan lokasi prioritas,” ungkap Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, Rabu (4/10/2023).
Sementara itu, pihaknya juga mengamankan lokasi parkirnya helikopter PK-DBM di Lapangan Desa Sidorejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi.
“Pengamanan dilakukan TNI Polri 24 jam. Keberadaan heli kami pastikan tidak ada yang mengganggu. Belum ada penambahan personil. Kami maksimalkan personil yang ada di 4 kecamatan, Ngrambe, Sine, Jogorogo, dan Kendal,” pungkas mantan Kapolres Blitar Kota itu.
Sebelumnya diberitakan, Upaya pemadaman kebakaran hutan di Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mulai menggunakan water bombing pada Selasa (3/10/2023) sore.
Helikopter PK-DBM berjenis Airbus AS-3506 landing di kawasan Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur pada pukul 15.50 WIB.
Petugas pun segera memasang peralatan termasuk tangki kecil berkapasitas maksimal 1.000 liter untuk diangkut helikopter. Kemudian, helikopter lanjut take off untuk mengambil air di Kolam Renang Wisata Sengon Hill di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi.
Baca Juga:
Heli BNPB Bawa Water Bombing Karhutla Gunung Lawu Senggol Gerobak Soto di Ngawi
Setelah itu, helikopter menuju ke arah Wukir Bayi tepatnya di petak …. masuk kawasan Desa/Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi. Helikopter melakukan tiga kali sort, dan kemudian membali diparkir di Lapangan Desa Sidorejo.
Pemadaman dilakukan di kawasan Jogorogo karena alasan kendala medan. Maxus Baihaqi, operator helikopter mengatakan bahwa pemadaman dilakukan di Wukir Bayi dan bukan di kawasan RPH Campurejo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi karena kendala visibility.
“Terbatas kendala jam operasional helikopter sunset 17.29. Kenapa tidak menyiram di titik yang besar (di RPH Campurejo) karena kondisi visibility yang minim. Bombing atas di kawasan Wukir Bayi karena safe angin memungkinkan operasional,” kata Maxus saat ditemui di Lapangan Desa Sidorejo.
Menurut dia, kondisi kawasan RPH Campurejo, angin kabut menutup jarak pandang. Selain itu, tim terkendala waktu operasional. Tiga kali bombing dulu untuk hari ini. Akan dilanjutkan besok pagi, semoga semua berjalan dengan baik,” pungkasnya. [fiq/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”karhutla-gunung-lawu”]






