Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjualan hasil penebangan pohon pengayom trotoar di Bojonegoro tidak sebanding. Dari penjualan itu, Pemkab Bojonegoro hanya mendapat Rp31.350.000, tidak sebanding dengan fungsi dari keberadaan pohon tersebut.
Menurut Pegiat lingkar Studi Ekologi dan Energi Terbarukan (SUKET) Indonesia, Rarandra, pembangunan trotoar maupun drainase ini jelas tidak sesuai keharusan yang sifatnya mendesak untuk menebang pohon pengayom. Seharusnya Pemkab Bojonegoro mencari cara lain selain menebang pohon yang sudah jadi agar tidak menghambat pembangunan.
“Pemerintah daerah kerapkali melupakan pengaruh negatif dari setiap laku pembangunannya demi proyek yang sifatnya parsial dan tidak berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (28/6/2023).
Menurut aktivis lingkungan itu, nilai jasa lingkungan yang diberikan pohon penghijauan di sekitar Alun-alun Bojonegoro yang ditebang, jelas lebih besar dari nominalnya dan bahkan lebih besar dari nilai proyeknya. “Bayangkan saja, kalau kita dagang karbon, angka Rp31 juta itu bisa dikembalikan dalam waktu relatif singkat dari kemampuan serapan pohonnya,” terangnya.
Belum lagi, lanjut dia, efek negatif yang ditimbulkan akibat pohon teresbut ditebang, seperti suhu dan polusi meningkat yang menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat dan meningkatnya konsumsi energi untuk pendingin ruangan.
Baca Juga:
Kayu Pohon Pengayom Trotoar di Bojonegoro Laku Rp 31 Juta
Untuk diketahui, penjualan kayu hasil penebangan pohon pengayom di enam titik pembangunan trotoar dan drainase yang ada di wilayah Kota Bojonegoro laku senilai Rp31.350.000.
Nilai tersebut dari pendapatan hasil penjualan di paket 1, Jalan Hasyim Ashari laku sebesar Rp4.500.000 dari jumlah 26 pohon dengan volume 8,49 meter kubik dari nilai limit penawaran sebesar Rp3.362.000. Kemudian paket 2 di Jalan Teuku Umar laku senilai Rp15.500.000 dari 335 pohon dengan volume 37,15 meter kubik dari nilai limit penawaran Rp14.711.000.
Kemudian di paket 3, Jalan Pahlawan sebesar Rp7.500.000 dengan pohon jumlah 65 pohon dengan volume 13,03 m³ dari nilai limit penawaran Rp5.160.000.
Baca Juga:
Lelang Pohon Pengayom Bojonegoro Diikuti 6 Peserta
Selanjutnya, paket 4 Jalan Dr Cipto laku senilai Rp2.100.000 dari penjualan 29 pohon sebesar 4,48 meter kubik dengan nilai limit Rp1.735.000.
Untuk paket 5 di Jalan Majapahit Timur dengan jumlah pohon 24 pohon dengan volume 1,72m³ dengan penawaran limit Rp681.000 dan dimenangkan dengan nilai Rp800 ribu.
Dan paket 6 di Jalan Majapahit Barat dengan jumlah pohon 23 pohon, volume 2,16 m³ dengan nilai limit Rp855.000 dimenangkan dengan harga Rp950 ribu. [lus/beq]






