Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan atap rumah milik Sunarto, warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, ambruk pada Selasa (2/2/2026). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Purwosari AKP Subeki menjelaskan, kejadian diketahui sekitar pukul 05.00 WIB saat hujan lebat mengguyur wilayah Purwosari. Kondisi bangunan rumah yang sudah tua menjadi faktor utama robohnya atap bagian tengah rumah.
“Material atap rumah terbuat dari kayu yang sudah lapuk dan sebagian dimakan rayap. Ditambah curah hujan tinggi serta angin kencang, akhirnya tidak mampu menahan beban,” terang AKP Subeki, Selasa siang.
Rumah berukuran sekitar 10 x 6 meter tersebut mengalami kerusakan parah. Genteng berserakan, sejumlah blandar patah, dan perabotan rumah tangga tertimpa reruntuhan atap. Tembok bangunan juga tampak retak di beberapa bagian.
Saat kejadian, anak korban bernama Joni yang sedang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara kayu retak. Ia langsung berlari keluar rumah sebelum atap ambruk.
Petugas Polsek Purwosari bersama Muspika dan BPBD Bojonegoro mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya sarang rayap pada bagian kayu penyangga atap rumah.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp60 juta. Sementara ini, Sunarto terpaksa mengungsi dan tinggal di warung yang disewanya untuk berjualan.
BPBD Bojonegoro telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako, terpal, alat kebersihan, hygiene kit, family kit, dan paket sandang. Selain itu, pihak kecamatan juga mengusulkan agar korban mendapatkan bantuan perbaikan rumah akibat kerusakan berat.
AKP Subeki mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi rumah, terutama bangunan yang menggunakan material kayu lama, guna mengantisipasi kejadian serupa di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. [lus/ted]






