Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah penanganan kebakaran yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro dari Januari hingga 23 Oktober 2023 ini sudah sebanyak 443 kasus.
“Penanganan kasus kebakaran meningkat signifikan terjadi pada Agustus 2023, sebanyak 115 kejadian,” ujar Kepala Damkarmat Bojonegoro, Achmad Gunawan, Senin (23/10/2023).
Kejadian kebakaran tahun ini merupakan peristiwa yang sangat besar dan tidak normal. Pasalnya, jika dibanding dengan peristiwa kebakaran sepanjang tahun 2022 hanya terjadi sebanyak 125 kajadian.
Menurut Gunawan, banyaknya insiden kebakaran ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bahwa akan terjadi anomali cuaca yang terjadi pada pertengahan tahun 2023 efek dari elnino.
“Sehingga sangat berpengaruh dengan kelembapan yang tinggi dan berpengaruh terhadap mudahnya api membesar,” jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Jipo Bojonegoro Bukan Kali Pertama
Dari banyaknya insiden kebakaran itu, kecamatan yang paling banyak terjadi penanganan kebakaran berada di Kecamatan Baureno. Totalnya ada sekitar 70 kejadian lebih. Sedangkan, kecamatan yang paling sedikit terjadi kebakaran di Gondang.
“Penanganan kebakaran di Kecamatan Gondang yang ditangani hanya ada satu kali kejadian hingga sekarang,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam kasus penanganan kebakaran, penyebab tertinggi terjadinya kebakaran didominasi oleh aktifitas pembakaran. Aktifitas pembakaran ini diantara adalah pembakaran sampah, bediang, lilin, serta obat nyamuk bakar.
Kedua, karena adanya aktifitas kegagalan jaringan listrik dan aktifitas dapur. Untuk aktifitas dapur, sebagian besar faktor kelalaian karena tidak mematikan kompor, kebocoran elpiji, dan jaringan gas rumah tangga. [lus/ted]






