Ponorogo (beritajatim.com) – Baru-baru ini viral di media sosial (medsos), curhatan pengunjung Grebeg Suro digetok harga tak wajar saat makan di Alun-alun Ponorogo. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo pun sangat menyayangkan jika hal itu memang terjadi.
Dinas yang berkantor di Gedung Graha Krida Praja atau awam dinamakan gedung lantai 8 itu, langsung merespon dengan cepat, kabar yang viral di medsos tersebut. Yakni dengan menerjunkan petugas ke lapangan untuk mengecek langsung.
“Sikap kita tentu sangat menyayangkan jika hal itu terjadi,” ungkap Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, Senin (1/7/2024).
Ringga menjelaskan bawa pihaknya sudah melakukan konfirmasi langsung ke pihak penjual makanan dan minuman yang dibeli oleh orang dari Kabupaten Madiun tersebut. Versi penjual, saat dikonfirmasi oleh Disperdagkum Ponorogo, bahwa total harga Rp70 ribu itu, untuk harga 2 nasi campur, 1 nasi pecel, 1 bungkus rempeyek dan 3 minuman.
“Kita sudah konfimasi ke penjualnya,” katanya.
Ringga mengaku mengenai permasalahan ini, pihaknya tentu akan bertindak sesuai dengan kewenangannya. Pihaknya akan memberikan peringatan berjenjang kepada oknum penjual di Alun-alun Ponorogo yang getok harga ke pengunjung. Mulai peringatan secara lisan, tertulis hingga sampai pelarangan berjualan.
“Kita lakukan peringatan, baik secara lisan, tertulis bahkan sampai pelarangan berjualan,” katanya.
Mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi lagi ke depannya, Disperdagkum Ponorogo memerintahkan pedagang untuk memasang tarif harga menu yang dijual di tempat usahanya. Pun, jika nantinya ada kejadian serupa, Ringga meminta masyarakat untuk dipersilahkan melaporkannya ke Dinas Perdagkum Ponorogo.
“Kita perintahkan pedagang wajib memasang tarif harga di tempat usahanya. Masyarakat juga dipersilahkan untuk melaporkan ke Disperdagkum jika terjadi kejadian serupa,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, viral seorang pengunjung Grebeg Suro di Ponorogo digetok harga tak wajar saat makan di Alun-alun Ponorogo. Lewat akun Saka Olshoop, pengunjung yang bernama Yuni Anjarwati itu menyampaikan keluh kesahnya itu, lewat media sosial (medsos) Facebook.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, warga Kabupaten Madiun itu menceritakan bahwa kejadian itu, saat dirinya bersama beberapa keluarganya melihat Grebeg Suro di Alun-alun Ponorogo. Nah, sampai di Alun-alun, mereka pun meras lapar dan carilah tempat makan yang dekat. Akhirnya dipilihlah warung makan yang masih dalam komplek Alun-alun Ponorogo.
“Lihat Grebeg Suro kan lapar, akhirnya cari tempat makan yang dekat. Waktu ke tempat makan itu sebenarnya ya dalam hati bilang kok sepi. Tetapi berhubung juga lapar akhirnya ya makan di tempat itu,” ungkap Atik, sapaan Yuni Anjarwati.
Atik pun memesan sesuai dengan menu di list makanan. Meski begitu, list makanan yang disodorkan itu, tidak disertai dengan harga per menu makanan maupun minumannya. Menurut Atik, awalnya dirinya memesan menu 3 porsi nasi campur, seporsi nasi pecel, dan pesan minuman 2 teh anget dan 1 es teh. Namun, kalim Atik si penjual hanya menyodorkan 2 porsi nasi campur dan seporsi nasi pecel, minumannya tidak dikasih. [end/beq]






