Gresik (beritajatim.com) – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Gresik, tinggal sembilan hari lagi. Pemilihan pun memasuki tahap akhir. Dalam waktu dekat, 47 calon kepala desa yang ikut pemilihan bakal melakukan pengundian nomor urut calon kepala desa (cakades).
Sebelum sampai di tahap pengundian, dinamika politik bakal calon kades di beberapa desa cukup panas. Salah satunya terjadi di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng. Pasalnya, beberapa waktu lalu diisukan para bakal calon kepala desa mengundurkan diri dari kontestasi.
Penyebabnya terjadi gesekan antar warga. Ini karena ada enam cakades di Desa Sumurber yang mencalonkan diri. Namun belakangan mereka kembali mengikuti tahapan sesuai jadwal. Sehingga dari enam cakades itu tersisa lima cakades bakal bertarung memperebutkan kursi Kades di Desa Sumurber.
Tidak hanya bakal calon kades, panitia di desa yang sama turut mengundurkan diri. Data yang masuk ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Gresik, terdapat tiga anggota panitia mengundurkan diri.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Suyono menuturkan, terkait perjalanan pilkades di Sumurber hingga kini laporan yang masuk hanya panitia uang mengundurkan diri. Untuk bakal calon kepala desa, memang dikonfirmasi sempat mundur. “Sepertinya buka lagi, sampai sekarang belum ada laporan. Otomatis panitia sudah melanjutkan,” tuturnya, Rabu (16/3/2022).
Suyono menambahkan, di Desa Sumurber itu tercatat ada enam bakal cakades yang melengkapi berkas. Namun, berkas itu perlu diverifikasi sesuai tahapan administrasi. Saat ditanya tahapan Pilkades sampai saat ini, Suyono menjelaskan bahwa sampai sekarang sudah ada 24 desa di 7 kecamatan yang sudah lebih awal menetapkan cakadesnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pilkades-gresik”]
Tapi, untuk pengundian nomor urut, baru dilakukan Kamis (17/3/2022). “Pengundian nomor urut dilakukan serentak di 47 desa,” ungkapnya.
Sementara itu, di wilayah selatan tepatnya di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, ada salah satu Cakades yang meninggal. Tapi, tahapan tetap dilanjutkan kembali. Nama yang bersangkutan tetap mengikuti Pilkades.
“Ada dua calon kepala desa, satu dari inkumbent dan satu wanita, akhirnya beberapa hari yang lalu inkumben meninggal. Kini dibuka lagi pendaftaran sampai besok penetapan cakades,” kata Kabid Bina Pemerintah Desa DPMD Gresik, Nur Salim.
Secara terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Gresik Suprapto menyatakan terkait Pilkades pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi di beberapa titik desa yang akan melakukan Pilkades serentak. “Kami menyiagakan 147 personel diterjunkan di 47 desa. Untuk titik rawan tentunya menjadi perhatian sendiri dengan memberikan perhatian lebih dengan menambah personel,” tandasnya. [dny/suf]






