Surabaya (beritajatim.com) — Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Jawa Timur, Baso Juherman, menyampaikan sejumlah agenda dan program kerja usai Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar di Gedung KONI Jawa Timur pada Jumat (20/12/2024). Agenda tersebut mencakup persiapan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX/2025, pembinaan atlet, hingga pelaksanaan kejuaraan profesional.
Dalam Rakerprov, Baso menggarisbawahi bahwa setiap kelas pertandingan di Porprov IX/2025, yang akan berlangsung di Malang Raya pada Juni hingga Juli 2025, harus diikuti oleh minimal enam peserta dari kabupaten/kota.
“Ini sifatnya wajib. Jadi kita minta kabupaten/kota mempersiapkan semua atletnya di setiap kelasnya,” tegas Baso.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kompetisi berjalan dengan kompetitif serta memberikan peluang yang merata bagi semua daerah di Jawa Timur.
Agenda kedua adalah implementasi hasil Rakernas pada 3 Desember 2024 lalu. Dalam aturan baru tersebut, seluruh atlet Muaythai diwajibkan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), dan camp-camp di kabupaten/kota harus terdaftar di PB Muaythai Indonesia (PBMI).
“Camp Muaythai yang terdaftar adalah dasar atlet untuk mengikuti kejuaraan. Dengan sistem ini, keselamatan atlet dapat dijamin,” jelas Baso. Hal ini untuk mencegah risiko cedera pada atlet yang belum memiliki teknik dasar yang memadai.
Dengan prosedur ini, Baso optimis bahwa pembinaan Muaythai di Jawa Timur akan semakin masif, sekaligus mendorong keberlanjutan program pembinaan di tingkat daerah.
Pengprov Muaythai Jatim juga berencana menggelar turnamen Muaythai Pro, sebuah ajang profesional untuk mantan atlet PON peraih medali yang tidak lagi bisa berlaga di Porprov atau PON karena aturan batasan usia.
“Turnamen ini memberikan ruang bagi mantan atlet untuk tetap berprestasi dan bersiap menuju ajang internasional, seperti SEA Games, Asian Games, atau kejuaraan dunia,” ungkap Baso.
Sebagai contoh, atlet peraih medali emas PON akan secara otomatis dipanggil mengikuti seleksi Pelatnas untuk ajang internasional, termasuk Kejuaraan Muaythai Asia di Vietnam pada April 2025 mendatang.
Baso menambahkan bahwa Rakerprov juga membentuk tim perumus untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan. Program ini mencakup pembinaan atlet, wasit, dan juri, serta sosialisasi aturan terbaru dari IFMA (International Federation of Muaythai Associations).
“Kami ingin roda organisasi berjalan dengan baik, dengan pembinaan yang berkesinambungan dan aturan yang tersosialisasi dengan baik,” pungkas Baso. [way/beq]






