Bojonegoro (beritajatim.com) — Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker) Pemkab Bojonegoro, jumlah pencari kerja dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan minimnya perusahaan berskala besar atau industri padat karya yang masuk Bojonegoro.
Jumlah pencari kerja pada tahun 2020, tercatat sebanyak 1.170 orang, tahun 2021 sebanyak 1.549 orang, pada tahun 2022 naik menjadi 2.063 orang, dan pada 2023 naik lagi menjadi 2.564 pencari kerja. Ribuan para pencari kerja ini berasal dari lulusan SMP hingga sarjana.
Masih tingginya angka pengangguran ini menjadi perhatian serius pasangan calon bupati dan wakil bupati Bojonegoro nomor 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah. Duet profesional muda dan birokrat ini berkomitmen mempercepat pengurangan pengangguran dengan menyiapkan strategi dan program unggulan selama lima tahun kedepan.
Cabup Setyo Wahono menjelaskan, strategi dan kebijakan yang disiapkan di antaranya mempermudah perizinan, serta menjamin keamanan iklim investasi bagi investor yang akan membangun industri di Bojonegoro. Khususnya industri padat karya di Bojonegoro agar bisa menyerap banyak tenaga kerja.
“Kami juga akan membuka dan menciptakan peluang kerja baru melalui pengembangan industrialisasi dan hilirisasi produk-produk lokal seperti pertanian, dan UMKM. Termasuk memaksimalkan hilirisasi migas,” ujar pria yang pernah menjabat Komisaris PT Samator Gas ini.
Untuk mendukung itu, lanjut Setyo Wahono, pihaknya akan membangun akses wilayah Bojonegoro bagian selatan. Akses ini akan terhubung atau terkoneksi dengan Tol Ngawi-Bojonegoro- Tuban-Lamongan, sebagai pendukung pembangunan pusat distribusi yang berfungsi menerima, menyimpan dan mendistribusikan hasil produksi atau barang ke pasar.
“Kami ingin wilayah Bojonegoro bagian selatan nanti menjadi kawasan ekonomi baru. Sehingga pertumbuhan ekonomi Bojonegoro bisa merata dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tandas cabup asli Bojonegoro dari kampung pinggiran hutan, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.
Selain itu, lanjut Setyo Wahono menyiapkan Kartu Prakerja Baru (PKB) yang bisa didapat oleh angkatan kerja dengan cara mendaftar secara online. Pemegang kartu prakerja baru akan mendapatkan sejumlah manfaat diantaranya peningkatan kapasitas (soft skill/hard skill) sesuai bidang yang diminati dan sertifikat berstandar nasional/internasional untuk meningkatkan daya saing di bursa kerja.
Selain itu juga akan mendapat kemudahan layanan pengurusan kerja (Kartu Kuning) secara online, dan informasi lowongan pekerjaan secara berkala. “Kita akan berkolaborasi dengan multipihak agar potensi yang ada ini bisa dimaksimalkan dan menciptakan multiplier effect mulai dari lapang kerja, usaha, jasa dan lainnya. Dengan begitu, bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas adik Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno ini.
Sementara salah seorang warga Kecamatan Gayam, Ahmad mengaku, berhenti bekerja setelah pasca selesaianya proyek konstruksi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). “Nganggur sudah setahun. Di PHK karena volume pekerjaan sudah berkurang banyak,” ujar pria yang pernah bekerja di PT Rekaya Industri (Rekind) ini.
Ahmad berharap Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih nantinya dapat menggaet banyak investor untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Baik dibidang industri padat karya maupun hilirisasi. “Keberadaan migas ini kan sebenarnya bisa menciptakan banyak peluang kerja di industri hilirnya. Tapi sampai sekarang itu belum dimaksimalkan,” bebernya.
Senada disampaikan, Aris, warga Clebung, Kecamatan Bubulan. Ia berharap ada pabrik pengolahan pertanian yang bisa menyerap tenaga kerja, dan memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat. Wilayah Bubulan, lanjut dia, selama ini dikenal sebagai penghasil jagung dan palawija. Namun, semua hasil komoditi tersebut langsung dijual kepada tengkulak.
“Kalau di sini ada pabrik tentunya hasil panen bisa diolah, sehingga dapat mempekerjakan warga dan memberikan tambahan pendapatan,” sambungnya.
Harianto, warga Sugihwaras juga berharap di wilayahnya kedepan ada sebuah pabrik yang bisa membuka peluang kerja bagi warga sekitar, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan. “Kalau di sini ada pabrik besar tentu bukan hanya warga di sini yang bisa bekerja di situ, tapi juga warga seperti wilayah Kedungadem,” pungkasnya. [lus/kun]






