Surabaya (beritajatim.com) – Tahapan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA dan SMK di Jawa Timur (Jatim) resmi ditutup. Sebanyak 296.287 calon siswa telah tervalidasi.
Data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mencatat ada 4.006 pendaftar gagal mengantongi PIN hingga tenggat berakhir. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, memastikan tidak ada perpanjangan waktu pengambilan.
“Bagi calon murid yang belum mendapatkan jangan patah semangat. Sebab, di sekolah swasta juga memberikan beasiswa, kualitas sekolah negeri dan swasta pun sama,” ujar Aries, Rabu (10/6/2026).
Selama masa pelayanan, posko panitia menemukan berbagai kendala teknis. Masalah paling sering muncul adalah peserta lupa tanggal terbit kartu keluarga saat mengakses sistem pendaftaran.
Sekolah asal yang lambat memasukkan nilai rapor juga menjadi hambatan lapangan. Banyak peserta luput memverifikasi nilai secara mandiri maupun keliru memilih surat keterangan domisili.
Dindik Jatim sebenarnya telah memfasilitasi simulasi pendaftaran untuk melatih kecakapan peserta. Sayangnya, baru 146.503 orang yang mencoba latihan teknis ini dari keseluruhan pendaftar.
“Memang tidak wajib mengikuti. Tapi tahapan ini jika tidak diikuti calon murid akan rugi karena akan kesulitan saat SPMB berlangsung,” tegas Aries.
Latihan tersebut dirancang identik dengan kondisi aslinya. Calon murid bisa mengecek rayon reguler, sebaran wilayah, hingga estimasi jarak tempuh menuju sekolah sasaran.
Peserta kini harus menghadapi jalur domisili yang beroperasi mulai 11 hingga 12 Juni 2026. Kuota penerimaan menembus angka 35 persen untuk SMA dan 10 persen bagi SMK.
“Simulasi pendaftaran ini kami buat agar siswa ada gambaran. Agar mereka paham nanti saat pendaftaran sebenarnya,” terang Aries.
Sistem akan memeringkat pendaftar jalur domisili berdasarkan gabungan nilai, jarak rumah, dan kecepatan waktu mendaftar. Rangkaian penerimaan selanjutnya diteruskan melalui jalur afirmasi dan ditutup dengan seleksi prestasi akademik. [ipl/kun]






