Sidoarjo (beritajatim.com) – Data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu sebesar 21,6%.
Ini juga yang menbuat Penerus Negeri, relawan Prabowo-Gibran, menggelar kegiatan dengan tajuk “Bantu Negeri” di tiga kecamatan di Sidoarjo, yakni Krian, Waru, dan Taman pada Rabu (27/12/2023) dan Kamis (28/12/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam kegiatan ini, Penerus Negeri memberikan edukasi tentang stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penurunan produktivitas, risiko penyakit kronis, dan penurunan kualitas hidup.
Penerus Negeri juga memberikan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berwirausaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
“Kami ingin membantu masyarakat secara menyeluruh,” kata Ketua Penerus Negeri Jawa Timur Arditto Grahadi.
“Pemahaman tentang stunting kita tingkatkan, kesejahteraan ekonominya juga kita tingkatkan melalui pelatihan wirausaha.” tambahnya.
Memang terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya, yaitu 24,4%. Namun, angka ini masih di atas target prevalensi stunting di tahun 2024, yaitu 14%.
“Stunting adalah problem yang harus segera diatasi,” kata Bendahara Umum TKD Jatim Prabowo-Gibran Restu Prayogi. “Masa depan bangsa tergantung pada kualitas generasi selanjutnya.”
Kegiatan Bantu Negeri ini merupakan program prioritas Prabowo-Gibran. Melalui kegiatan ini, Prabowo-Gibran berharap masyarakat akan hidup lebih sejahtera dan maju.[rea]






