Surabaya (beritajatim.com) – Peneliti ECOTON Alaika Rahmatullah menjelaskan, busa pekat di Sungai Kalisari Darma atau Kalidami, Mulyorejo, Surabaya dapat mengancam kesehatan masyarakat, Kamis (6/6).
Busa pekat itu muncul karena kualitas air sungai yang buruk dan disertai banyaknya aliran limbah domestik. Kata Alaika, hal itu dapat mengancam kesehatan manusia lewat ‘siklus’ rantai makanan.
“Kami tadi tim peneliti ECOTON turun ke lapangan dan melalukan cek kualitas air. Hasilnya, tahun ini terjadi penurunan kualitas air sangat drastis,” ujar Alaika yang akrab disapa Alek, Kamis (6/6/2024).
Alek menyampaikan kandungan oksigen di dalam air (DO) sungai Kalidami itu mengalami penurunan drastis. Dari standar baku 4, menapaki 0,5.
Ditambah, fosfat air sungai mencapai level tinggi di angka 5,3. Sangat begitu tinggi dari baku mutu 0,2. Lalu disusul, dengan tinggi nya kadar amonia 21,2.
“Kami menyimpulkan di situ ada banyak buangan limbah domestik. Tidak terkelola dengan baik dan menjadi beban akumulasi pencemaran,” paparnya
Lebih lanjut, kata Alek, tercemarnya aliran sungai juga mengancam ekosistem ikan dan juga tambak di sekitar sungai. Katanya, dikhawatirkan ikan terpapar pencemaran mikroplastik juga turut dikonsumsi.
“Polutan ini dapat ter-transfer ke tubuh ikan serta meracuninya. Apabila itu dimakan manusia maka polutan itu turut tertransfer di tubuh manusia dan akibatnya bisa diare, gangguan hormon, gangguan reproduksi, bahkan jadi pemicu kanker, ” rincinya.
Sehingga, melihat bahaya tersebut Alek berharap pemerintah berperan aktif menanggulangi dampak pencemaran di sungai. Yakni memasang IPAL komunal, dan memberi edukasi masyarakat.
“IPAL komunal itu dibangun di sekitar sungai dan rumah penduduk bantaran sungai. IPAL menampung beban limbah domestik. Tujuannya memperbaiki baku mutu air. Dan dipasang papan imbauan supaya warga tidak membuang sampah ke sungai,” tandas Alek. [ian]
![Peneliti Ungkap Busa di Sungai Kalidami Surabaya Berbahaya, Bisa Picu Penyakit Peneliti ECOTON saat mengambil sampel air di Sungai Kalidami Surabaya yang mengeluarkan busa. [Foto: ECOTON]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/06/busa-sungai.webp)





