Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya kepercayaan diri dan pergaulan positif bagi santri untuk membantu meningkatkan daya saing UMKM di Jatim.
Hal itu disampaikan Emil saat Seminar bertajuk ‘Peran Santri Menghadapi Era Globalisasi’ yang digelar oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Surabaya Raya di Kodam V Brawijaya.
Emil berharap, seminar ini menjadi sebuah kiatan yang dapat membangun silaturahmi antara alumnus maupun elemen masyarakat yang memang memiliki kepedulian terhadap dunia pesantren.
Sebab, kata Emil, pendidikan mereka tidak hanya berhenti setelah mereka meninggalkan pesantren. Menurutnya, justru kiprah dan sepak terjang pasca selesai dari pesantren yang harus didukung secara bersama-sama.
“Salah satunya seminar ini mengangkat tema mengenai disrupsi, revolusi industri, digitalisasi yang memang kita ingin santri-santri kita justru menjadi trend setter di dalam momentum ini,” ujar Emil, Kamis (28/9/2023).
BACA JUGA:
Wagub Emil: Jadikan Teladan Sifat Rasulullah untuk Kemajuan Jatim
Karena itu, Emil menilai jika ini bukan hanya momentum bagi elemen yang berada di luar pesantren. Justru, santri dan alumni memiliki potensi untuk menjadi penggerak dari perubahan dan inovasi di dunia perekonomian.
“UMKM ini sektor yang kita harap bisa lebih berperan, karena kebanyakan masyarakat kita bekerjanya sebagai pelaku usaha kecil. Ini harus punya daya saing. Makanya, dari tema yang dibahas ini harapnnya ilmu yang diperoleh akan diterapkan untuk membantu UMKM,” tutur Emil.
Untuk menunjang hal itu, sebut Emil, maka perlu ditanamkan kepada para santri tentang rasa percaya diri dan perluasan pergaulan positif di dunia profesional.
BACA JUGA:
Datang di Peringatan 100 Tahun Pondok Gontor, Wagub Emil: Sangat Luar Biasa
“Yang harus ditanamkan ke santri, percaya diri dan perluasan pergaulan positif di dunia profesional. Artinya, dunia digital itu ilmunya masih banyak yang belum masuk ke dalam buku. Tapi justru ada di obrolan-obrolan atau di komunitas,” jelas Emil.
Untuk diketahui, seminar ini juga sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H. Acara digelar oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo beserta para alumni santri yang tergabung dalam P4NJ. [ipl/beq]






