Pendidikan & Kesehatan

Video Dokter Salat Pakai APD di Mojokerto Viral di Medsos

Mojokerto (beritajatim.com) – Dokter menjadi garda terdepan dalam menghadapi virus corona (Covid-19) kembali menjadi perbincangan di Mojokerto. Ini setelah viral sebuah video seorang tenaga medis memakai Alat Pelindung Diri (APD) baju hazmat sedang menjalani sholat di ruang isolasi RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Lokasi tersebut diketahui dari watermark yang ada di dalam video tersebut. Video berdurasi 13 detik tersebut dibagikan akun Facebook (FB) Ida Sulaiman pada, Selasa (7/4/2020) pukul 06.57 WIB. Dalam video tersebut terlihat, seorang para medis yang menggenakan baju hazmat duduk di kursi tengah mengerjakan sholat.

Dalam video yang dibagikan akun Ida Sulaiman di FB pribadinya, setidaknya hingga Kamis (8/4/2020) pukul 16.46 WIB mendapatkan lima komentar, 13 kali dibagikan, 37 disukai dan 551 tayangan. Ia memberikan caption “Tetap semangat kawan kawanku ,tetap menjadi pelayan masyarakat, semoga covid 19 segera berlalu.amin”.

Sementara itu, tak lupa ia menulis beberapa hastag. #senantiasamendekatpada sang pemberi hidup
#rsudewahidinsudirohusodokotamojokerto
#ruangisolasicovd19.

Ketua tim RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Andi wijayanto membenarkan video tersebut merupakan tenaga medis di RSU dr Wahidin Sudiro Husodo. “Kalau di ruang isolasi khusus wajib memakai APD secara lengkap. Face Shield (Pelindung Wajah), masker N95,” ungkapnya.

Pemakaian APD tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko lebih tinggi penyebaran Covid-19. Masih kata dokter spesialis paru ini, di dalam ruang isolasi jika keluar APD memang harus dilepas dan saat masuk ruang isolasi, APD harus kembali dipakai. Sehingga jika harus keluar dan lepas pakai APD, lanjut dr Andi, cukup beresiko.

“Kalau ke luar kan harus lepas APD dulu, masuk pakai lagi. Memang kalau kita sudah ada shif/rolling ada para media di dalam, ya sampai jam selesai ya memang disitu dulu. Jadi kalau mau sholat ya terpaksa di dalam, daripada nanti melepas lagi karena beresiko. Beresiko tertular itu sebetulnya bukan saat memakai APD, tapi saat melepas,” jelasnya.

dr Andi menjelaskan, jika kondisi terpaksa memang sholat harus dilakukan di dalam ruang isolasi dengan menggunakan APD. Ini lantaran di dalam ruang isolasi diwajibkan memakai APD. Namun untuk kebutuhan makan dan buang air kecil dan besar, APD harus dilepas.

“Ya karena kondisi terpaksa. Kalau tidak terpaksa ya mungkin melakukan sholat ya tetap memakai APD. Makan ya otomatis dilepas, untuk buang air ya dilepas juga. Memang agak ribet memakai itu tapi sebagai prosedur yang harus memakai itu harus dijalani. Setelah lepas sehari masih bisa dipakai, besok ganti lagi,” jelasnya.

dr Andi menambahkan, ada beberapa APD yang masih bisa dipakai untuk beberapa hari. Seperti masker N95, namun lanjut dr Andi, penyimpangan dengan harus dilakukan dengan benar. Jika penyimpangan benar maka masker N95 masih bisa digunakan sampai lima hari ke depan.

Sementara itu, di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto sendiri ada 13 tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto. Sebanyak 13 tenaga medis tersebut berbagi dalam beberapa shift dalam setiap harinya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar