Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) peduli menyalurkan donasi kepada korban banjir di kabupaten Lumajang. Donasi yang disalurkan berupa berupa sembako, yaitu beras, mie, minyak, gula, kopi, ada juga sarung dengan senilai Rp 20 juta.
Sebelumnya diketahui terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Banjir lahar dingin terjadi pada Jumat 07 Juli 2023 lalu. Setidaknya tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 orang mengungsi akibat banjir lahar dingin ini.
Dr. Imam Syafi’i, M. Pd., kepala keagamaan Unisma dan perwakilan Unisma peduli menyampaikan, sumber donasi berasal dari dosen, karyawan, dan lembaga kampus Unisma. Mereka menyumbangkan dengan besaran berbeda beda. Donasi dihimpun untuk diberikan kepada korban terdampak bencana banjir di Lumajang.
“Unisma selalu menyalurkan donasi ke daerah terdekat yang terdampak bencana. Ini dilakukan misalnya juga saat terjadi Gunung Meletus di Semeru,” kata Imam, Rabu (12/7/2023).
Donasi dari Unisma diberikan kepada PC NU Kabupaten Lumajang dan GP Ansor Lumajang, Lazisnu, LPBI NU, MWC NU, dan Banser yang tergabung dalam tim NU Peduli. Tim NU peduli yang nantinya memberikan kepada korban.

“Sebagian dari kami akan menyalurkan langsung, dari tim kami akan menyalurkan ke sebagian warga,” ujar perwakilan Unisma peduli. Unisma peduli mengutus tiga orang yaitu, Dr. Imam Syafi’i, Dr. Dwi Fitriyono, M.Pd., dan bagian perlengkapan Faisol, S.H., M.H.
Gerakan Unisma peduli sebagai upaya kemanusiaan yang sudah dilakukan Unisma dari jauh-jauh hari sebagai bentuk kepedulian pada sesama. “Unisma sebagai kampus NU meyakini keberkahan dengan melakukan donasi kepada masyarakat yang terdampak bencana,” pungkas Imam.
Pihak NU peduli yang diwakili Ketua PC. Ansor Kabupaten Lumajang, H. Abdul Mughits Naufal Affan mengucapkan berterima kasih kepada lembaga Unisma. “Kami sangat berterimakasih kepada Unisma yang menyalurkan ke korban banjir di beberapa kecamatan di kabupaten Lumajang,” kata Abdul Mughits.
Dijelaskannya bahwa banjir di kabupaten Lumajang terjadi hari Jumat siang, 7 Juli lalu. Terjadi kerusakan infrastruktur, 5 jembatan rubuh di 5 desa sehingga warga di desa tersebut masih terisolir.
BACA JUGA:
FGD Silatnas IKA Unisma Hasilkan Mekanisme Pemilihan Ketua
“Mereka belum tersentuh oleh bantuan. Ini sedang kami usahakan untuk menjangkau tempat yang belum tersentuh bantuan. Ada sembako senilai 20 juta. Ini nanti akan diedarkan ke 5 tempat yang belum bisa terakses. Terkait tempat kami masih koordinasi dengan pihak terkait di lapangan karena kami hanya menyalurkan bantuan,” ujarnya. [dan/but]






