Surabaya (beritajatim.com) – Tim Gabungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mendorong pengrajin udeng Sidoarjo agar mampu bersaing di era globalisasi.
Lewat kegiatan pengabdian masyarakat, tim FEB dan FISIP UPN Veteran Jatim itu fokus pada optimalisasi profit bisnis berbasis digital menggunakan media sosial (medsos) dan aplikasi android. Itu agar mereka dapat bersaing di era globalisasi dengan mengikuti perkembangan zaman.
“Kegiatan ini untuk membantu para pengrajin mengoptimalkan profit bisnis mereka melalui digitalisasi pembukuan keuangan menggunakan aplikasi berbasis android, serta melalui strategi pemasaran yang ditingkatkan melalui media sosial,” ujar Ketua Tim Pengmas Dr Oka Warmana, Sabtu (5/8/2023).
Acara yang dilaksanakan di Balai Among Kampung Lali Gadget ini mengumpulkan puluhan pengrajin udeng pacul gowang dari Dusun Ngumbuk, Desa Pagarngumbuk, Sidoarjo. Di situ, tim gabungan salah satunya memberikan sosialisasi tentang digitalisasi pembukuan keuangan.
“Termasuk praktek penggunaan aplikasi Buku Kas untuk pencatatan keuangan, praktek foto produk menggunakan watermark, dan mengubah akun media sosial dari akun personal menjadi akun bisnis dengan fitur yang lengkap untuk mengoptimalkan pemasaran,” jelas Oka.
Dengan aplikasi tersebut, lanjut Oka, para pengrajin nantinya diharapkan dapat memantau pendapatan dan pengeluaran dengan lebih mudah, sehingga bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.
“Penggunaan aplikasi ini diharapkan juga mampu meminimalisir human error dalam menginput nominal uang masuk dan keluar. Yang paling penting memisahkan harta pribadi dengan harta perusahaan yang digunakan untuk proses produksi dan distribusi,” katanya.
Di kesempatan ini, pengrajin dikenalkan strategi pemasaran lewat medsos untuk menjangkau pasar lebih luas. Tim memberikan panduan penggunaan medsos seperti Instagram, Tiktok, dan WhatsApp Business untuk promosi produk udeng pacul gowang secara efektif.
Lalu, tim menekankan pentingnya memahami keamanan siber dalam beraktivitas digital seperti memberikan watermark untuk meminimalisir pelanggaran hak cipta, kemungkinan penipuan, kebocoran data, dan lainnya.
“Ini bagian komitmen kami sebagai perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat. Melalui pengenalan teknologi digital dalam pembukuan keuangan dan pemasaran, kami berharap para pengrajin dapat meraih keuntungan lebih besar dan berkelanjutan,” harap Oka.
Sementara Achmad Irfandi, salah satu pengrajin udeng pacul gowang menilai kegiatan ini sebagai jembatan antara keilmuan dan inovasi perguruan tinggi dengan keresahan pelaku usaha di lapangan. “Ini membuka wawasan baru kami dalam mengelola bisnis dengan lebih modern dan menghasilkan keuntungan lebih optimal,” ungkapnya.
Untuk diketahui, tim ini terdiri dari Dr. Oka Warmana (FEB), Dewi Deniaty Sholihah, SE, MM (FEB), Januari Pratama Nurratri T, M.MECAS (FISIP), dan dua mahasiswa FEB yaitu Perdana Argi Annan Putri dan Agung Pambudi.
Kegiatan ini diharapkan punya dampak positif jangka panjang bagi pengrajin udeng pacul gowang di Dusun Ngumbuk. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat diduplikasi di berbagai tempat untuk mendorong tumbuh kembang pelaku UMKM sekaligus mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). [ipl/kun]
BACA JUGA: Kata Pakar UPN Surabaya Soal Ruang Demokrasi di Media Sosial






