Surabaya (beritajatim.com) – Tim Dosen Universitas Kristen (UK) Petra mengembangkan green economy di Kelurahan Tambakrejo, Simokerto, Surabaya. Program ini dilakukan untuk memberdayakan masyarakat lewat budidaya hidroponik yang efisien berbasis IoT.
“Ini adalah project pengabdian masyarakat kolaborasi UK Petra Surabaya dengan Universitas Brawijaya Malang. Secara konkret kita membantu warga merevitalisasi kebun hidroponik,” ujar Ketua Tim Indar Sugiarto, Senin (4/12/2023).
Indar mengatakan bahwa terdapat 3 aspek yang menjadi fokus dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Pertama, yakni terkait peningkatan pengetahuan budidaya tanaman hidroponik.
Kedua, revitalisasi kebun hidroponik milik KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Tambakrejo menjadi modern dan terkontrol dengan efisien. Ketiga, peningkatan keterampilan terkait mekanisme pemasaran hasil panen kebun hidroponik.
“Kami membantu warga Tambakrejo untuk merevitalisasi kebun hidroponik. Jadi, mereka punya kebun hidroponik yang sudah lama tidak beroperasi. Nah, kita mencoba memperbaiki agar kebun itu bisa diatur dan dimonitor dengan mudah berbasis teknologi,” jelasnya.
Ia menuturkan, hingga saat ini kebun hidroponik milik KRPL Segaran Astri Tambakrejo sudah mengalami beberapa kali panen tetapi hasilnya sangat tidak optimal. Ada dua aspek kendala dalam mengelola kebun hidroponik tersebut, yakni aspek produksi dan pemasaran.
Dari situ, tim memberikan sejumlah solusi di antaranya terkait pengetahuan budidaya tanaman hidroponik. Indar menyebut, dirinya bersama tim memberikan pelatihan dan pendampingan dari Pakar Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
“Pelatihan tersebut untuk memperkenalkan metode dalam memilih dan mengembangbiakkan tanaman hidroponik yang tepat, termasuk cara pemilihan benih yang baik juga harus diperhatikan agar pertumbuhan tananam menjadi optimal,” sebutnya.
Kemudian, terkait revitalisasi kebun hidroponik menjadi smart urban farming dilakukan dengan perbaikan green house untuk menutup area hidroponik, pemasangan sensor-sensor IoT untuk memonitor kondisi dan keadaan tanaman.
“Dilakukan juga pemasangan sistem kontrol untuk mesin pompa air, pemasangan panel surya untuk menghasilkan energi listrik yang akan menggerakkan semua peralatan elektronik di kebun hidroponik, serta pemasangan saluran baru pipa PDAM untuk menjamin kelancaran pasokan air bersih bagi kebun hidroponik,” ungkap Indar.
Baca Juga:
UK Petra Surabaya Gandeng Disperindag Jatim Kembangkan UMKM Go International
Selanjutnya, terkait strategi pemasaran hasil panen diselesaikan dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan dari Pakar Komunikasi Strategis UK Petra. Di situ, dipaparkan cara-cara komunikasi ideal dalam pemasaran memakai platform media sosial maupun online marketing.
“KRPL harus memiliki strategi yang tepat dalam mengkomunikasikan produk panen hidroponiknya lewat media sosial agar masyarakat luas tertarik. Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan agar anggota KRPL terbangkitkan jiwa bisnis dan kreativitasnya dalam memasarkan hasil panen mereka,” beber Indar.
Untuk diketahui, mulanya kebun hidroponik tersebut dikelola oleh 30 orang yang tergabung dalam komunitas KRPL bernama Kelompok Wanita Tani Segaran Asri Tambakrejo. Namun, saat ini hanya tersisa 7 orang yang masih masih aktif, dan tetap berusaha mempertahankan keberadaan kebun hidroponik tersebut.

Melalui kegiatan PKM ini, warga masyarakat di Tambakrejo diberdayakan melalui budidaya hidroponik yang terkontrol baik dan efisien dengan memanfaatkan teknologi berbasis IoT serta dilatih teknik pemasarannya yang efektif dan efisien.
“Harapan kami warga di KRPL Tambakrejo bisa mengoptimalkan kebun hidroponik yang sudah kita bantu revitalisasi. Kami harap mereka bisa aktif, produktif dan akhirnya bisa sustain ke depannya,” tutur Indar.
Program PKM ini mendapatkan pendanaan dari Hibah DIKTI yaitu Program Kemitraan Masyarakat 2023 dengan total Rp 46.500.00. Program ini berjudul ‘Smart Urban Farming Berbasis IoT Untuk Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Urban di Kelurahan Tambakrejo Surabaya’.
Adapun tim PKM terdiri dari Ketua Tim Dr.-Ing., Indar Sugiarto dari Fakultas Teknologi Industri UK Petra, dan dua anggotanya, yakni Astri Yogatama, M.Si dari Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif UK Petra, dan Dr. Ir. Setyono Yudo Tynsmoro dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. [adv/ted]






