Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tiga Bulan Terakhir Kasus DBD Kota Pasuruan Meningkat

Nyamuk Demam Berdarah

Pasuruan (beritajatim.com) – Meningkatnya curah hujan hingga menyebabkan banjir berimbas pada masalah kesehatan, yaitu menularnya beberapa penyakit.  Dalam 3 bulan terakhir, penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai meningkat di Kota Pasuruan.

Hal ini dibuktikan dengan menambahnya pasien DBD sebanyak 30 orang. Berdasarkan informasi terbaru, ada 3 warga Kota Pasuruan yang tertular DBD.

Kasus penularan DBD itu terjadi di kawasan pemukiman Perumahan Pesona Candi IV, Kelurahan Sekargadung, Kota Pasuruan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena membenarkan jika mulai terjadi tren kenaikan kasus demam berdarah.


“Dalam tiga bulan terakhir ada 30 warga yang tercatat yang tertular DBD. Saat ini ada 3 orang, masih dirawat di rumah sakit, ” ungkapnya.

Dengan rincian bulan Januari sebanyak 7 kasus. Kemudian peningkatan tertinggi terjadi di bulan Februari sebanyak 17 kasus. Lalu pada bulan Maret ada 6 kasus.

“Trennya masih sama seperti tahun lalu, selalu terjadi kenaikan kasus DBD di musim penghujan,” ungkapnya.

Pihak Dinkes Kota Pasuruan juga tengah berupaya memutus penyebaran virus dbd dengan melakukan fogging di area perumahan Pesona Candi 4. Selain itu, Dinkes melalui kader kesehatan juga menghimbau warga agar menerapkan pola hidup 3M, yakni mengubur barang bekas, menguras, serta menutup tempat penampungan air.

“Sudah kami fogging sesuai indikasi, pemberantasan sarang nyamuk pola 3M, dan juga pemberian bubuk abate ke warga,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Pasuruan, selama 2 tahun terakhir, angka pasien demam berdarah terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2020, sebanyak 90 warga terjakit DBD. Sementara di tahun 2021, meningkat hingga 120 pasien. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar