Kediri (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Kota Kediri Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) membuka Posko Kesehatan selama kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) Mahasiswa Baru (maba) UB Kediri.
Ketua IKA UB Kota Kediri Alvian Dwi Guntara Putra S.IP., M.IP. mengatakan, pendirian Posko Kesehatan melalui gerakan IKA UB Peduli ini untuk mencegah terjadinya insiden maba tumbang saat PKK seperti di UB Malang, pada Minggu (13/8/2023) kemarin.
Dimana, ada puluhan maba UB Malang yang tumbang dan lemas saat mengikuti gladi bersih atau praospek. Untuk itu, IKA UB Kota Kediri berupaya untuk mencegah insiden terulang di Kediri.
“Kebetulan kami di IKA UB Kota Kediri ikut memberikan apresiasi dengan kegiatan Maba ini supaya berjalan lancar, utamanya faktor kesehatan yang sangat penting serta ini juga merupakan arahan dari Ketum PP IKA UB Cak Fatah,” ujar Alvian Dwi Guntara Putra, pada Selasa (15/8/2023).

Melalui Posko Kesehatan ini, disiagakan sebanyak 13 tenaga kesehatan. Terdiri dari 5 tenaga dari internal kampus, Puskesmas Mrican serta 5 dari IKA UB Kota Kediri. Selain itu juga disiagakan dua unit mobil ambulance.
Baca Juga : PK2MABA Universitas Brawijaya, Rektor Tekankan 2 Hal
“Alhamdulillah dari hari pertama hingga hari ini tidak ada kasus atau adik-adik yang merasa kecapekan. Sampai hari ini aman. Kita di Posko Kesehatan terus stand by,” tambah Alvian.
Dr. Fadli Mulyadi., SP. MP, selaku Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan PSDKU UB Kediri mengatakan, dari 1.200 pendaftar, UB Kediri menerima 471 mahasiswa baru yang mengikuti PKK tahun ini. Sementara kegiatan PKK diselenggarakan dari 14-19 Agustus 2023.
“Ada dua kegiatan, sebagian Malang dan Kediri. Pada 14-16 Agustus diselenggarakan oleh kampus utama UB Malang dan 18-19 Agustus terpusat di kampus Kediri,” kata Dr. Fadli Mulyadi.
Masih kata Dr. Fadli, secara umum PKK UB Kediri tahun ini tidak jauh beda dari tahun sebelumnya. Hanya saja, jumlah maba yang mengikuti kegiatan mandiri di kampus utama Malang mengalami peningkatan dari sebelumnya 50 orang, kini sebanyak 120 mahasiswa mewakili Kediri di Malang.
Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UB Kediri ini memastikan pelaksanaan PKK hingga hari ketiga ini berjalan tanpa kendala, terutama persoalan kesehatan mahasiswa. Hal tersebut tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan oleh panitia.

Baca Juga : Universitas Brawijaya Akui Ratusan Calon Mahasiswa Baru Mengundurkan Diri
“Alhamdulillah untuk mengatur orang banyak memang tidak mudah, tetapi teman-teman panitia melakukan persiapan dan meminimalisir risiko kesehatan dengan bekerjasama dinas kesehatan dan pihak terkait,” jelas Dr. Fadli.
Hal senada dikatakan oleh Supriyadi, S.Pi., M.P, selaku Sekretaris IKA UB Kota Kediri. Menurutnya, selama PKK maba tiga hari terakhir ini hanya ada maba yang mengalami sakit ringan.
“Hanya mengalami sakit ringan dan pusing. Itu dimaklumi, mungkin karena kegiatannya dari pagi hingga sore hari. Mungkin belum karena sarapan dan itu bisa diatasi,” kata Supriyadi.
Pihaknya berterima kasih kepada PP IK UB dan IKA UB Kota Kediri atas bantuan Posko Kesehatan selama PKK maba ini. Sehingga, dapat dibutuhkan sewaktu-waktu ada maba yang mengalami gangguan kesehatan. [nm/ted]






