Pendidikan & Kesehatan

Rumah Aman Rodhiyah di Kota Kediri Pulihkan Trauma Fisik dan Psikis

Kediri (beritajatim.com) — Rumah yang aman, nyaman dan hangat dengan keharmonisan di dalamnya pastinya menjadi idaman semua orang. Tua muda, lelaki maupun perempuan, bahkan anak-anak pun juga ingin merasakan hal yang sama. Namun, saat suasana tak sesuai dengan keinginan, hadirnya sebuah tempat untuk memulihkan trauma yang mungkin terjadi dalam diri menjadi sangat dibutuhkan, terutama untuk anak-anak.

Melihat hal tersebut, dibentuklah sebuah yayasan yang menangani pemulihan terhadap anak-anak korban kekerasan fisik maupun psikis yang dikelola secara swadaya oleh para pekerja sosial, psikolog, relawan TRC, PPA dan di dampingi pemerintah Kelurahan Pojok bernama Yayasan Rodhiyah yang beralamatkan di Perum Wilis Indah II Blok H Raya No. 46 RT 04 RW 06 Kelurahan Pojok.

Pagi ini, Jum’at (22/2/2019), secara resmi Ruman Aman yang di kelola oleh Yayasan Rodhiyah di launching oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Di temui di yayasan itu, Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri menyampaikan beberapa waktu yang lalu ada sebuah yayasan yang luar biasa.

“Saya cukup kaget, karena ada sebuah yayasan yang ingin bertemu saya dan menyampaikan gagasan yang sangat luar biasa, yaitu Yayasan Rodhiah ini. Yayasan rodhiyah ini akan menjadi _safe house_, rumah aman. Itu biasanya kalau ada kekerasan terhadap perempuan, laki-laki maupun anak-anak. Ini mereka kalau mau kembali ke rumahnya ini akan terasa sulit. Biasanya ditempatkan di rumah aman dulu untuk memulihkan kondisi psikisnya,” ujar Mas Abu.

Disampaikan pula sejak beberapa tahun yang lalu untuk berhati-hati dengan globalisasi. Dari globalisasi yang terjadi memang dapat lebih mudah membuat kita cepat pintar, namun akhlak bisa tergerus akibat perkembangan teknologi yang cepat.

Ada media sosial yang gencar digunakan, ada beragam informasi hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ada hal lainnya juga, bahkan ada pelecehan, _human traficking_.

“Kemarin saya sempat bicara sama Ditreskrimsus Polda Jatim, ternyata ada banyak sekali kasus. Mereka juga kawatir kalau bisa dicontoh generasi muda. Masalah – masalah sosial itu, bisa diselesaikan oleh masyarakat sosial, tidak bisa hanya pemerintah saja, polisi dan tentara saja tidak bisa. Semua harus duduk bersama seperti kita pagi hari ini,” ujarnya.

Mas Abu juga sering menyampaikan kalau semua anak yang ada di Kota Kediri adalah anak kita. Apabila melihat atau menemui sesuatu yang janggal terhadap anak-anak, Mas Abu menghimbau masyarakat juga harus bergerak, karena mereka adalah anak kita semua. Jika ada yang bertengkar harus dilerai, jangan malah diadu. Baginya, anak – anak itu tidak punya salah.

“Mereka ini tidak punya salah, akal mereka saja yang belum lengkap. Mereka ini hanya tersesat. Banyak kok yang kecilnya _mbedugal_ (nakal) tapi besarnya bisa sukses, itu banyak. Kita harus gerak merangkul mereka agar mereka bisa jadi baik meraih cita citanya. Agar mereka tidak tersesat lebih jauh,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mas Abu juga menyampaikan bahwa ia sering memberikan motivasi kepada anak – anak _punk_. “Oke kalau kamu tidak mau sekolah ya gakpapa, kalau mau seni ya seni, kalau mau band ya harus yang _bener – bener_.

Latihan sehari minim 6 jam. Suka masak, ya harus diajari masak, harus bisa jadi _chef_. Kita sudah siapkan program – programnya, khusus dampak sosial. Jadi nanti bisa disampaikan di Dinas Sosial untuk pelatihannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Abu juga menyampaikan untuk tidak meremehkan anak-anak yang nakal saat kecil ataupun anak-anak yang biasa-biasa saja.

“Saya juga dulu pernah diremehkan, saya bukan orang yang pintar tapi mau belajar. Untungnya saya punya banyak teman. Buka usaha jatuh dihina orang, buka lagi lainnya jatuh lagi. Ditipu orang berkali kali. Tapi kalau sudah diuji berkali-kali biasanya itu mau diangkat sama Tuhan, jadi harus sabar. Intinya anak-anak, siapapun itu jangan diremehkan, kita harus membesarkan mereka,” ujarnya.

Terakhir, Mas Abu berharap semoga kedepannya, Yayasan Rodhiyah bisa semakin bagus lagi.

“Ini adalah yayasan amal. Jadi bapak ibu kalau membantu ini sama saja dengan beramal. Mudah-mudahan rumah aman ini bisa melindungi anak-anak, mungkin kekerasan terhadap perempuan juga. Supaya psikologi mereka bisa kembali lagi. Kalau yayasan ini ada masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri, langsung ke pak sekda atau saya. Ini sebagai salah satu pertanggungjawaban saya kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada acara yang sama, Ibu Rodhiyah sebagai Ketua Yayasan Rodhiyah menyampaikan bahwa para pekerja sosial yang tergabung dalam yayasan tersebut mengabdi secara sukarela tanpa digaji. Disampaikan pula, saat ini Rumah Aman menangani pasien usia 18 tahun ke bawah. Dari 29 pasien yang ditangani, 5 diantaranya tinggal di Rumah Aman.

Turut hadir di acara ini Forkopimka Kecamatan Mojoroto, Pengurus Yayasan Rumah Aman Rodhiyah Kota Kediri beserta anggota, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri Apip Permana dan Kepala Kelurahan Pojok Erly Maya Muryati. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar