Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur bakal memiliki gerbang ekspor-impor paling efisien di Indonesia. Kawasan Puspa Agro tengah disulap menjadi Jatim Hub Nusantara Gateway, sebuah fasilitas dry port berbasis karantina dan kepabeanan yang mengintegrasikan seluruh layanan dalam satu lokasi.
Direktur Utama Jatim Grha Utama (JGU), Mirza Muttaqien, menegaskan bahwa fasilitas ini akan menjadi solusi bagi kepadatan arus kontainer di Tanjung Perak. “Kami terkonfirmasi sebagai fasilitas pertama di Indonesia yang menerapkan join inspection. Laboratorium, tindakan karantina, dan bea cukai berada dalam satu ekosistem,” ujar Mirza, Rabu (17/6/2026).
Guna mendukung target operasional tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga tengah mempercepat pembangunan akses jalan penghubung sepanjang 1,2 kilometer yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Kehadiran Jatim Hub Nusantara Gateway di Puspa Agro bukan hanya untuk melayani komoditas Jawa Timur. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi penampung komoditas dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari durian asal Palu hingga kemiri dari berbagai daerah, untuk kemudian diekspor melalui gerbang Jawa Timur.
Pertumbuhan arus kontainer yang mencapai 11 persen di Jatim pada periode 2025-2026 menjadi pendorong utama proyek ini. Dengan kapasitas hingga 249 kontainer per hari, kawasan ini akan memindahkan pemeriksaan karantina dan kepabeanan dari pelabuhan ke dry port Puspa Agro.
”Barang dari kapal tidak diperiksa di pelabuhan, tapi di Jatim Hub. Ini membuat proses logistik jauh lebih efisien, mempercepat waktu tempuh, dan meningkatkan keterterimaan produk Indonesia di pasar global,” jelas Mirza. (tok/ted)






