Pendidikan & Kesehatan

Rektor Unej: Jangan Takut Laporkan Pelecehan Seks Oknum Dosen!

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna [foto: Humas Unej]

Jember (beritajatim.com) – Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada mahasiswi korban pelecehan seksual oknum dosen agar berani buka suara dan melapor kepada pihak berwenang.

Menurut Iwan, gelagat buruk penyimpangan oknum dosen bisa terlihat. “Jadi harus speak up. Jangan diam. Jangan takut. Sebenarnya kelihatan, orang ini benar atau tidak? Kan sudah ada norma,” katanya.

Salah satu yang berpotensi memberikan peluang penyimpangan adalah konsultasi terkait perkuliahan di luar kantor. “Itu sumber bahaya,” kata Iwan. Itulah kenapa dia tidak pernah mau menerima konsultasi mahasiswa di luar jam kantor.

Iwan mengatakan setiap laporan akan ditampung dan ditindaklanjuti oleh Pusat Studi Gender. PSG juga akan menjaga kerahasiaan pelapor. “Tidak usah takut. Tentu ada tahapan-tahapan berikutnya untuk advokasi yang bisa dilakukan PSG,” katanya.

Sebelumnya ada beberapa kasus yang menyangkut beberapa oknum dosen yang berujung sanksi berat. Iwan mengatakan, oknum yang terbukti melakukan tindak pelecehan atau kekerasan seksual akan dijatuhi sanksi berat. “Ada pencopotan jabatan fungsional. Yang dipecat juga ada,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, seorang oknum dosen Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi, dengan dugaan pencabulan keponakan sendiri. Polisi segera melaksanakan gelar perkara.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Jember Inspektur Satu Dyah Vitasari mengatakan, ada lima orang saksi yang sudah diperiksa. Salah satunya adalah oknum dosen terlapor.

“Pemeriksaan sejak pukul 10. Kami masih melakukan pendalaman dari hasil pemeriksaan. Visum obgin dan psikiatri sudah kami terima dari saksi ahli, dokter di RS dr. Soebandi,” kata Vitasari, Kamis (8/4/2021).

“Setelah ini kami akan melakukan gelar perkara. Dalam minggu ini kami akan segera laksanakan. Posisi korban saat ini didampingi teman-teman PPT (Pusat Pelayanan Terpadu),” kata Vitasari. Sejauh ini, ada kesesuaian antara keterangan pelapor dan terlapor. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar