Blitar (beritajatim.com) – Puluhan ekor kucing milik warga dari berbagai Kelurahan Kota Blitar dikebiri alias krastasi. Hal itu dilakukan untuk menekan populasi kucing, serta mencegah penyakit hewan menular.
Kepala Dinas Ketahanan dan Pertanian Kota Blitar Rodiyah menyebut ada sekitar 10 ekor kucing yang terdaftar dalam kegiatan dikebiri tersebut. Selain itu, ada 50 ekor kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Khusus untuk yang krastasi atau dikebiri ada 10 ekor kucing. Tujuannya untuk menekan populasi kucing yang dimungkinkan bisa menjadi liar,” kata Rodiyah,Kepala DKPP Kota Blitar, Rabu (3/4/2023).
Populasi kucing liar sendiri masih menjadi permasalahan di Kota Blitar. Menurut Kepala Dinas Ketahanan dan Pertanian ada ratusan kucing liar yang berada di wilayah Kota Blitar.
Rodiyah mengatakan populasi kucing liar di Kota Blitar memang belum didata secara rinci. Namun, pihaknya tetap memperhatikan populasi kucing liar yang ada di Kota Blitar. Termasuk yang ada di beberapa tempat umum, seperti Pasar Tradisional dan sebagainya.
Menurutnya, kegiatan sterilisasi tahap awal ini sasarannya yakni hewan yang dipelihara masyarakat. Hal itu karena lebih mudah dijangkau dibandingkan dengan kucing liar.
“Adapun kebiri pada kucing ini juga bertujuan untuk mencegah penyakit hewan menular. Kasihan kalau banyak populasi kucing liar, ditelantarkan oleh pemiliknya,” jelasnya.
Salah satu pemilik kucing, Bahroji warga Jalan Sumba Kota Blitar mengaku terbantu dengan pelayanan krastasi kucing secara gratis ini. Menurutnya, biaya perawatan kucing memang cukup mahal. Terlebih apabila membutuhkan penanganan dari dokter hewan.
“Terbantu sekali dengan kegiatan seperti ini, karena kalau di klinik dokter hewan. Kucing jadi lebih sehat,” tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin. Kegiatan ini dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing dan mencegah banyaknya kucing liar yang tidak terawat di Kota Blitar.
https://beritajatim.com/peristiwa/bantuan-yang-dijanjikan-untuk-korban-ledakan-petasan-blitar-belum-turun/
Kegiatan pemeriksaan dan pengebirian kucing ini juga dimaksudkan untuk mencegah penularan penyakit hewan terutama kucing kepada manusia. Bawah kucing memiliki jumlah penyakit yang bisa menular ke manusia sehingga diperlukan perawatan dan pemeriksaan medis secara berkala.
“Ini sudah yang keberapa kali di Kota Blitar dengan harapan ini bisa menekan populasi kucing terutama kucing liar agar tidak banyak kucing yang terlantar,” kata Santoso.
Pemerintah Kota Blitar pun menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memelihara kucing agar rutin melakukan pemeriksaan medis serta melakukan krastasi. Sehingga diharapkan dengan begitu populasi kucing di Kota Blitar bisa dikendalikan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk yang memiliki kucing agar memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin karena hal itu penting untuk mencegah penularan penyakit ke manusia,” pungkasnya. (owi/ted)






